KEBIJAKAN Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong pengembangan dan peningkatan efisiensi usaha perdagangan


Post by Dinas Perindustrian dan Perdagangan(BUDI SETIAWAN, ST, M.Si) | Posted on 19 November 2013 08:42:18 WIB | Artikel | 2639 kali dibaca


KEBIJAKAN Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong pengembangan dan peningkatan efisiensi usaha perdagangan

Perdagangan merupakan sektor dominan kedua didalam perekonomian Sumatera Barat, setelah sektor pertanian, dengan kontribusi sekitar 18 persen dan dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 21,34 persen. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor perdagangan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengambil kebijakan untuk terus mengembangkan sektor ini, dengan target utama meningkatkan kualitas usaha serta meningkatkan efisiensi usaha perdagangan.

Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mencapai terget tersebut adalah:

a.Mendorong pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat meningkatkan kualitas prasarana pasar. Untuk meningkatkan kualitas prasarana pasar (fisik pasar) Gubernur Sumatera Barat akan memberikan rekomendasi kepada seluruh Kabupaten/Kota yang mengusulkan pembangunannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan. Pada tahun 2013, Provinsi Sumatera Barat mendapat DAK pasar sebesar Rp. 16,93 Milyar lebih untuk 13 Kabupaten/Kota. Angka ini mencakup 2 kali lipat lebih dibanding tahun 2012 yang mencapai Rp. 7,49 Milyar lebih. Diakui bahwa dana ini relatif kecil untuk membangun 332 pasar yang tersebar pada seluruh Kabupaten/Kota. Karena kemampuan yang terbatas, Bupati/Walikota harus mengoptimalkan pemanfaatan dana tersebut. Selanjutnya, Untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar dapat melakukan usaha secara baik, Gubernur dan Wakli Gubernur Sumatera Barat secara berkala melakukan kunjungan langsung ke pasar tradisional. Selanjutnya, untuk dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pasar, kepada pengelola pasar, termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk dapat menyisihkan sebahagian pendapatan (retribusi) pasar untuk menjaga dan memelihara kondisi pasar, termasuk kebersihan pasar, sehingga pasar dapat dibangun dan dijaga kualitasnya secara mandiri, karena kemampuan APBN dan APBD Provinsi relatif terbatas.

b.Fasilitasi peningkatan kualitas sarana perdagangan yang dilakukan dengan memberikan hibah coolbox ikan dan daging pada beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, dan kegiatan ini akan dilanjutkan pada tahun 2013.

c.Menyelenggarakan pasar lelang forward untuk komoditi agro dan produk turunannya. Melalui pasar lelang forward, pembeli dan penjual (petani produsen) dipertemukan secara langsung atas panduan dari pemandu lelang. Pasar lelang ini akan mendorong terciptanya sistem dan manfaat perdagangan yang lebih baik, antara lain mendorong terjadinya transaksi dengan harga yang lebih transparan, memperpendek jalur pemasaran, mendorong peningkatan mutu dan produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Disamping manfaat ekonomi, pasar lelang dapat menodorng terwujudnya hubungan emosional dan sosial yang lebih baik dan lebih profesional antara penjual dan pembeli. Seanjutnya, pasar lelang juga sangat efektif bagi pengusaha pemula, karena produksi dilakukan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, sehingga tidak ada produksi yang tidak terjual. Dengan kondisi ini, pelaku usaha pemula dapat mengetahui bagaimana respon dan kekuatan pasar dari produk yang dihasilkan.

Peserta pasar lelang Provinsi Sumatera Barat yang terdaftar sebanyak 267 orang, dan yang aktif (pembeli dan penjual) mengikuti setiap lelang yang diadakan sekitar 85 orang dari yang terdaftar yang tersebar pada seluruh Kabupaten/Kota, sebanyak 15 orang diantaranya pembeli dan sisanya merupakan penjual. Komoditi yang dijual terdiri dari produk pertanian secara luas, yakni beras, jagung, kayu manis, pinang, dan lain-lain beserta produk olahan pertanian, antara lain kripik ubi dalam segala jenis, sagun bakar, pisang salai, berbagai stik ubi dan lain-lain.

Pasar lelang forward ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 Sumatera Barat dengan dukungan APBN dan APBD Provinsi Sumatera Barat. Pada tahun 2012, dilaksanakan 9 kali pasar lelang: 3 kali dengan dukungan APBD Provinsi Sumatera Barat dan 6 kali didukung APBN. Secara keseluruhan transaksi pasar lelang tahun 2012 sebesar Rp. 10,78 Milyar, atau rata-rata Rp. 1,2 Milyar/lelang, angka terkecil Rp. 205,46 Juta dan terbesar Rp. 3,87 Milyar lebih.

Bila dilihat dari transaksi transaksi pasar lelang Sumatera Barat masih relatif rendah dibandingkan dengan pasar di Provinsi di pulau Jawa, Provinsi Bali dan Provinsi Sulawesi

Selatan, yang transaksinya mampu menembus angka puluhan milyar setiap pelaksanaan pasar lelang. Beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi untuk dapat meningkatkan transaksi di pasar lelang Provinsi Sumatera Barat ini adalah kesulitan untuk mendatangkan pembeli potensial, kualitas komoditi yang dilelangkan yang belum sesuai dengan kebutuhan pembeli serta kapasitas produksi komoditi yang dijual yang belum mencukupi. Karena pasar lelang ini dirancang untuk dapat menguntungkan pembeli dan penjual diharapkan kiranya kepada pelaku usaha yang membutuhkan produk pertanian dapat menjadi pembeli di pasar lelang Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2013 nanti.

Untuk mendapatkan informasi menyangkut dengan pelaksanaan pasar lelang ini dapat menghubungi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat melalui nomor telp/fax 0751-28325 atau melalui informasi media cetak satu minggu sebelum pasar lelang dilaksanakan. Selanjutnya, peran Bupati/Walikota se Sumatera Barat melalui Dinas terkait diharapkan dapat mendorong kehadiran pembeli potensial yang ada di daerah. Bila 2 saja pembeli potensial per daerah, maka sudah ada 38 pembeli di pasar lelang Provinsi Sumatera Barat. Yang tidak kalahpentingnya adalah peran organisasi pengusaha, seperti KADIN, APINDO, KUKMI, para eksportir dan pelaku usaha lainnya untuk dapat secara bersama-sama mengembangkan pasar lelang Provinsi Sumatera Barat melalui keikutsertaannya menjadi pembeli.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh