Nasrul Abit : Penastani 2020 Menjadi Perhatian Bibit Unggul Padi dan Jagung


Post by Diskominfo(Desi Marlinda) | Posted on 09 Januari 2020 08:37:38 WIB | Berita Terkini | 77 kali dibaca


Nasrul Abit : Penastani 2020 Menjadi Perhatian Bibit Unggul Padi dan Jagung

Limapuluh Kota - Pengembangan teknologi pertanian dalam acara penas tani 2020 di Sumatera Barat diharapakan hasil produksi pertanian padi sudah mesti di atas 10 ton perhektar, pertumbuhan ekonomi Sumbar itu berkisar 6% dan saat ini pertumbuhan ekonomi Sumbar berada 5,1%

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat memberikan sambutan Acara Panen Jagung Super Hibrida bisi 18 dan Bisi 79, di VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota, Jum'at (3/1/2020).

Wagub Nasrul Abit lebih lanjut mengatakan, selama ini aktivitas ekonomi Sumatera Barat lebih didominasi oleh sektor pertanian yang relatif keterbatasan lahan dan produktifitas hasil berdasarkan kondisi lahan dan sebagainya.  Dengan kementerian pertanian pengembangan teknologi pertanian hendak mampu memberikan peningkatan hasil produksi bidang pertanian.

"Hasil produksi diatas 10 ton perhektar merupakan sebuah keharusan, tidak zamannya lagi hasil produksi padi 5 - 8 ton perhektar. Bibit padi yang mampu produk sebesar 10 ton perhektar itu yang mesti kita kembangkan kedepannya", ujarnya.

"Saat ini data BPS, Nilai ekspor Sumatera Barat bulan November 2019 mencapai US$ 121,12 juta dan nilai impor Sumbar November 2019 mencapai US$ 36,31 juta. Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat bulan Desember 2019 tercatat sebesar 97,96 dan harga gabah kering Panen di tingkat Petani naik 0,58 persen. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumbar pada bulan November 2019 mencapai 5.021 orang", ujarnya.

"Tentunya sektor pelayanan investasi mesti dipermudah dan terbuka, lebih terukur dalam pelayanan satu pintu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan lain sebagainya. Jika investasi meningkat maka pergerakan ekonomi Sumbar pun tentunya akan bergerak secara senifikan", tambahnya

Nasrul Abit juga katakan, saat ini dengan Jagung Super Hibrida bisi 18 dan Bisi 79, di VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota mampu panen hingga 12,6 ton perhektar.

"Bibit jagung Super Hibrida bisi 18 dan Bisi 79, dengan produk 12,6 ton perhektar akan kita kembangan lagi di teknologi pertanian penastani yang akan diselenggarakan di Padang dan Padang Pariaman", ujarnya.

Nasrul Abit juga ungkapkan, produktifitas tanaman padi dan jagung ini akan menjadi favorit dalam memajukan teknologi pada Penastani 2020 di Sumatera Barat, disamping aktifitas lain tanaman, ternak, ikan dan lain-lain.

"Penastani tahun 2020 di Sumbar akan menampilkan bibit-bibit unggul terutama untuk padi dan jagung. Karena ini menjadi perhatian bagaimana kebutuhan pangan rakyat dapat dipenuhi dan mampu menjadi swasembada nantinya", harapnya.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh