Nasi Padang


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 04 Desember 2019 09:12:25 WIB | Artikel | 219 kali dibaca


Nasi Padang

BBC News Indonesia pada 3 Desember 2019 memposting di akun twitternya (@BBCIndonesia) tentang semua yang harus diketahui tentang Nasi Padang. Saya mencoba mengklik tautan yang diposting tersebut dan mendapati sebuah tulisan yang cukup panjang. Judul tulisannya, “Nasi Padang: Sejarah, kalori, dan semua hal yang perlu Anda ketahui”. Diposting tanggal 29 November 2019.  

Cerita tentang Nasi Padang ternyata diawali dengan pemberian nama Nasi Padang. Saya juga pernah bertanya-tanya, kenapa nama Padang lebih familiar oleh orang luar Sumbar dibanding Minang atau Minangkabau.

Jadi, ternyata pemberian nama Nasi Padang juga dari pengaruh PRRI. Para perantau yang membuka warung makan di luar Sumbar menyebut Rumah Makan Padang guna menghilangkan bekas PRRI. 

Rumah Makan Padang tersebar di Indonesia mulai era 1960an yaitu akhir 1960 dan awal 1970an. Salah satu menu yang dikenal kelezatannya adalah rendang. Rendang ternuyata terinspirasi dari makanan India bernama goulash. Sedangkan menu lain seperti tauco terinspirasi dari makanan China. 

Makanan India yang terdiri dari bumbu, santan, dan gulai turut mempengaruhi masakan khas Minangkabau yang juga padat dengan bumbu, santan, dan gulai. Masakan ini juga kaya akan rempah-rempah sehingga digemari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Masakan Padang juga tidak pelit dengan bumbu, bahkan cenderung royal dengan bumbu. Sehingga memanjakan lidah konsumen. 

Satu hal yang unik tentang Nasi Padang adalah siapa yang membeli untuk dibungkus akan mendapatkan nasi lebih banyak. Ini merupakan bentuk penghargaan kepada pembeli karena mereka telah mengurangi pekerjaan orang di rumah makan. Tidak perlu cuci piring, juga tidak duduk di tempat yang ada. Hasil survei menunjukkan 79% Rumah Makan Padang memberikan nasi lebih banyak ketika dibungkus. 

Satu hal yang pernah menjadi opini umum bahwa Nasi Padang merupakan sumber lemak jahat yang berpotensi menyebabkan sakit jantung, sudah terbantahkan. Ternyata makanan yang berasal dari gorengan yang lebih mempengaruhi penyakit jantung. Nasi Padang kaya akan bumbu alami yang berfungsi sebagai anti oksidan seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan daun serai. 

Hal yang juga bagus dari Rumah Makan Padang ini adalah adanya sitem bagi hasil bagi yang bekerja di sini. Meskipun tidak semua rumah makan yang menerapkan, tetapi sistem bagi hasil ini menjadi keunggulan yang tidak bisa disaingi oleh rumah makan waralaba lain. 

Oleh karena sejarahnya Rumah Makan Padang diawali dari perantau yang kebanyakan laki-laki, maka pemilik Rumah Makan Padang kebanyakan adalah laki-laki. 

Hal positif dari Nasi Padang dan Rumah Makan Padang adalah, ternyata mengamalkan ajaran Islam dalam berekonomi. Nasi Padang yang dibungkus akan lebih banyak nasinya adalah salah satu pesan Nabi Muhammad Saw kepada muslim yang berjualan untuk melebihkan. Kemudian sistem bagi hasil untuk yang bekerja di Rumah Makan Padang adalah sistem yang diterapkan oleh sahabat Nabi bernama Abdurahman bin Auf. Abdurahman bin Auf ketika hijrah ke Madinah minta ditunjukkan pasar. Ketika pasar dikuasai Yahudi, ia minta dicarikan lahan kosong. Ketika lahan kosong didapat, ia menawarkan pedagang muslim untuk berjualan di lahan miliknya tanpa perlu bayar sewa. Hanya bagi hasil ketika mendapat untung. Akhirnya ekonomi kaum muslimin di Madinah bisa berkembang dengan menerapkan sistem yang adil. (efs)

 

Referensi: BBC dotcom 29 November 2019   

ilustrasi: freefoto dotcom


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh