Didik Anak Sedini Mungkin Membaca Al-Quran


Post by Tenaga Artikel(Yal) | Posted on 02 Desember 2019 10:50:00 WIB | Artikel | 22 kali dibaca



Oleh Yal Aziz

BAGI masyarakat Minang masa lalu, belajar mengaji dan ilmu bela diri silat, sudah merupakan tradisi. Untuk itu, jangan sampai heran kalau anak Minangkabau selain pandai mengaji, juga pandai bersilat.

Tapi kini, tak semua anak Minangkabau yang pandai mengaji dan bersilat. Kenapa? Karena sistem pendidikan yang diterapkan kepada anak Minangkabau sudah berubah. Jadi wajar saja jika anak  Minangkabau sekarang ini banyak yang ndak bataratik (beretika) dalam kehidupan sehari-hari. 

Padahal,  bagi seorang muslim dan orang Minangkabau, wajib bisa membaca Alquran dengan baik dan benar. Kenapa? Karena ketika shalat kita pasti membaca surat-surat pendek yang ada dalam juz amma (Al-Quran). 

Diakui, untuk belajar silat danbelajar  membaca Alquran memang tidak mudah, apalagi untuk orang yang sudah dewasa, karena sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak sempat atau  tak  punya waktu belajar silat dan membaca Al-quran.  

Untuk itu kini, sudah saatnya kembali ke Surau, sebagai cara rang Minangkabau mendidik generasinya dengan belajar membaca Al-Quran atau mengaji dan belajar ilmu bela diri silat, untuk olahraga dan kesehatan, atau kekuatan fisik.

Kini, sudah sebaiknya anak Minangkabau belajar membaca Alquran sejak usia dini, yaitu mulai dari bacaan iqra' dan mengenal huruf-huruf hijaiyah. Kemudian belajar jurus-jurus silat dan sekaligus  mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat. 

Diakui, banyak diantara orang tua yang kebingungan memasukan anaknya dalam perndidikan membaca Al-Quran. Apalagi belajar membaca Al-Quran tidak semudah membaca huruf alfabet karena dikemas dalam bahasa Arab. 

Bahkan kini, salah satu hal yang paling cepat dipelajari anak masa kini adalah gadget. Kebanyakan balita bahkan sudah bisa mengoperasikannya dan mencari video favoritnya di YouTube hingga bermain game. 

Menghadapi persoalan ini, tentu  membuat sebagian orang tua berpikir, mungkin saja gadget bisa menjadi media belajar membaca Al-Quran yang efektif. Karena suka bermain gadget, mungkin membaca Al-Quran digital membuat anak lebih cepat paham. Benarkah? Lebih baik mana, anak membaca Al-Quran biasa atau digital?

Pada era kekiniian, memang belajar membaca  Al-Quran digital memang bisa jadi media belajar yang baik untuk anak usia di bawah 5 tahun. Sebab kebanyakan Al-Quran digital itu punya fitur audio.

Secara tioritis, kalau untuk anak yang masih kecil, yakni usia 5 tahun ke bawah boleh pakai digital player,  karena biasanya mereka lebih mengandalkan kecerdasan pendengaran. Pada usia itu anak juga belum begitu paham surat ini ada di halaman sekian atau juz sekian.

Jika anak belum cukup matang untuk belajar membaca Al-Quran sebaiknya perdengarkan dulu bacaan-bacaan Al-Quran. Jika telinga si kecil sudah akrab dengan bacaan Al-Quran, proses belajar membacanya nanti akan lebih mudah. 

Meskipun demikian, sebaiknya anak yang sudah bisa membaca Al-Quran dengan baik, sebaiknya diberi Al Quran kitab, bukan digital. Tujuannya, agar anak-anak kenal dengan kita suci Al-Quran sebagai firman Allah. Semoga! (penulis wartawan tabloidbijak.com dan ketua smsi sumbar).


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh