Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Sumatera Barat September 2019


Post by Diskominfo(Desi Marlinda) | Posted on 04 Oktober 2019 09:55:05 WIB | Berita Terkini | 212 kali dibaca


Padang, Diskominfo SB - Pada bulan September 2019 Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,95 persen dan Kota Bukittinggi mengalami deflasi sebesar 1,10 persen, hal itu dijelaskan oleh Kepala BPS Prov Sumbar Bapak Sukardi saat konferensi pers di kantor BPS setempat Jln. Khatib Sulaiman Padang, (1/10).

IHK merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang dapatmemberikan informasi mengenai perkembangan harga barang/jasa yang dibayar oleh konsumen. Penghitungan IHK ditujukan untuk mengetahui perubahan harga dari sekelompok tetap barang/jasa yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang/jasa mempunyai kaitan yang erat sekali dengan kemampuan daya beli yang dimiliki masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan tetap. Tingkat perubahan IHK (inflasi/deflasi) yang terjadi akan mencerminkan daya beli dari uang yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin tinggi inflasi maka semakin rendah nilai uang dan semakin rendah daya belinya,  Ujar sukardi

• Deflasi di Kota Padang terjadi karena adanya penurunan indeks pada 2 (dua) kelompok pengeluaran. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,95 persen, diikuti penurunan indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,40 persen. Deflasi di Kota Bukittinggi disebabkan adanya penurunan indeks pada 2 (dua) kelompok pengeluaran. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 4,57 persen dan diikuti kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,32 persen.

• Laju inflasi tahun kalender sampai bulan September 2019 Kota Padang dan Kota Bukittinggi masing-masing sebesar 2,34 persen dan 1,40 persen. Laju inflasi year on year Kota Padang (September 2019 terhadap September 2018)sebesar 3,52 persen, dan Kota Bukittinggi sebesar 3,60 persen.

• Dari 23 (dua puluh tiga) kota IHK di Sumatera, 19 (sembilan belas) kota mengalami deflasi dan 4 (empat) kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,91 persen dan terendah terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,09 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,94 persen dan terendah di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,11 persen. Kota Padang menduduki urutan ke 5 (lima) dari semua kota IHK yang mengalami deflasi di Sumatera dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 4 (empat) dari semua kota yang mengalami deflasi di Sumatera. Secara nasional Kota Padang dan Bukittinggi menduduki urutan ke 9 (sembilan) dan ke 5 (lima) dari 70 (tujuh puluh) kota yang mengalami deflasi. (BPS/Diskominfo)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh