Jambore PRB KE VI 2019, Wakil Gubernur Ajak Kembali ke Kearifan Lokal


Post by Badan Penanggulangan Bencana Daerah(HERA ARMAN, ST) | Posted on 24 Juli 2019 08:26:59 WIB | Badan Penanggulangan Bencana Daerah | 251 kali dibaca


Jambore PRB KE VI 2019, Wakil Gubernur Ajak Kembali ke Kearifan Lokal

Mentawai (23/7) -Pantai Mapadegat - Mentawai kali ini menjadi tuan rumah pergelaran Jambore pengurangan resiko bencana ke VI dengan  peserta dari Kelompok Siaga Bencana se -Sumatera Barat dengan tujuan untuk membentuk ketangguhan dan siaga mandiri masyarakat. Jambore PRB ke VI ini di buka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake didampingi oleh kepala pelaksana BPBD Prov Sumbar Erman Rahman dan dihadiri oleh forum forkopimda, Polres, Kajari, Basarnas,dan Perwakilan SKPD Pemerintah Kabupaten Mentawai. Tidak lupa kepala pelaksana BPBD Kepulauan Mentawai Nofriadi menyampaikan safety breafing tentang keamanan bencana di lokasi Jambore sebelum acara pembukaan dimulai.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat Erman Rahman menyampaikan bahwa Jambore PRB diadakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri masyarakat "Jambore PRB di bentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri masyarakat melalui kegiatan kegiatan yang sengaja disusun untuk meningkatkan kapasitas bencana  seperti lomba manajemen posko, cara memfasilitasi informasi bencana ke masyarakat, kuis, penguatan kapasitas dan sharing pengalaman bencana dari daerah masing - masing" ucap kepala pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat.

Ketika pembukaan, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius sabeleake menyampaikan untuk kembali ke kearifan lokal dan menjaga alam yang telah memberikan kehidupan "selamat datang di Mentawai untuk para peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Barat, selamat menikmati keindahan alam Mentawai yang terkenal dengan tinggi gelombangnya dan menjadi tempat surfing international. Marilah kita kembali mempedomani  kearifan lokal dalam menghadapi bencana seperti rumah mentawai yang dibangun menggunakan kayu dan pasak sehingga tahan gempa, membangun rumah jauh dari pantai, yang sekarang dilupakan oleh generasi muda. Mentawai mempunyai kearifan lokal yang mendarah daging yaitu memuliakan alam, masyarakat memiliki pemahaman bahwa alam telah menjaga kita untuk itu kita harus menjaga alam, seperti yang diyakini masyarakat mentawai bahwa alam telah banyak memberikan dan berkorban untuk keberlangsungan hidup manusia untuk itu kita hatus berterima kasih kepada alam, Alam Menjaga Kita untuk Itu kita Harus Menjaga Alam" ucap Wakil Bupati Mentawai.

Setelah itu Wakil Bupati Mentawai menyerahkan Piala Bergilir ke Wakil gubernur Sumatera Barat untuk diserahkan kepada pemenang berikutnya. 

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi Gempa dan Tsunami tidak hanya milik Mentawai tapi juga Sumatera Barat seluruhnya "Potensi Gempa dan Tsunami Mentawai Megathrust tidak hanya milik Mentawai tapi juga Sumatera Barat sebab tidak hanya Mentawai yang terdampak tapi juga kab/kota lainnya. Selain siaga bencana kita juga sedang membangun Mentawai melalui infrastruktur dan ekonomi. Kita akan menghilangkan kesulitan akses dimentawai sehingga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat mentawai, mahal dan sulitnya akses membuat masyarakat mentawai mengeluarkan biaya besar dan itu memiskinkan masyarakat. Masyarakat mentawai harus bangga dengan kearifan lokal, produk lokal dan makanan lokal mentawai sebab kitalah yang bisa memajukan daerah kita, kita memiliki nilai budaya tersendiri yang menjadi ciri khas" ucap Wakil Gubernur

Acara pembukaan yang di gelar di Pantai Mapadegat dimeriahkan dengan  persembahan dari sikerei yang menampilkan Turuk Lagai.


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh