Sawahlunto, Kota Wisata Tambang Multi Etnik yang Berbudaya


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 12 April 2019 10:05:27 WIB | Berita Terkini | 299 kali dibaca


Sawahlunto, Kota Wisata Tambang Multi Etnik yang Berbudaya

Sawahlunto, InfoPublik - Sebagai salah satu Kota di Sumatra Barat, Sawalunto dikenal sebagai pusat tambang batubara, karena pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, daerah ini merupakan penyuplai utama bahan bakar bagi angkatan perang negeri kincir angin tersebut.

Setelah penambangan batu bara dihentikan, kota ini sempat mati suri, karena tidak ada lagi andalan yang bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah.

Berkat kerja keras pimpinan dan masyarakat, Sawahlunto mulai menggeliat. Selain dikenal dengan produksi coklat dan tenunannya, bangunan tua peninggalan Belanda dan bekas tambang batubara, kini disulap menjadi museum dan gedung kebudayaan, sebagai destinasi wisata sejarah eksotik.

Reza Catherin dari Dinas Pariwisata setempat menyampaikan, selain aktivitas penambangan, ada juga dapur umum yang sebelumnya dipakai memproduksi makanan setiap waktu untuk ribuan pekerja paksa.

"Sekarang yang menjadi viral adalah stasiun kereta api sebagai tempat dilakukannya aktivitas pengangkutan batubara. Lokasi ini banyak dikunjungi penggemar fotografi dari seluruh Indonesia," sebutnya saat dihubungi, melalui telepon, Rabu (10/4/2019).

Catherin juga menitip pesan agar pengunjung dapat menjaga kebersihan tempat bersejarah ini. "Kita mengimbau setiap pengunjung dapat menjaga kebersihan agar tempat ini tetap indah dan asri. Jadi, anak cucu dan generasi mendatang juga dapat menikmati dan mengetahui sejarah dari tambang batubara Sawahlunto," ungkapnya.

Sebagian bangunan di Sawahluto telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai cagar budaya sesuai dengan visi misi Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang Multi Etnik yang Berbudaya.

"Objek wisata utama saat ini adalah Museum Tambang Batubara Ombilin yang terletak di daerah Saringan Barangin," ujar Adi, Satpam Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, saat ditemui Tim MMC Diskominfo Sumbar.

Menurut dia, museum ini menyimpan beragam koleksi dari aktivitas penambangan batubara sejak zaman kolonial hingga masa kini. "Ada peralatan tambang batubara, arsip, kostum penambang, kendaraan pengangkut, bermacam foto tempo dulu, audio visual, alat kerja penambang, hingga mesin pemilah batubara," jelasnya.

Di museum ini kita bisa melihat jejak aktivitas kegiatan penambangan batubara di Sawahlunto sejak 1891 hingga 1970-an.

"Dengan adanya objek wisata ini, kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar kota mulai meningkat, apalagi di waktu libur dan weekend," sebutnya.

Terakhir, Adi berpromosi. Dia mengatakan, tidak akan rugi menjadikan Sawahlunto pilihan destinasi wisata. Selain tempat kunjungan yang banyak, keramahan penduduk dan kelezatan kuliner khas akan sangat memanjakan pengunjung.(NYB/MMC Diskominfo)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh