Dirjen Tanaman Pangan Gelar Rapat dengan Jajaran Pertanian Se Sumatera Barat


Post by Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan(RASMUNALDI, ST) | Posted on 30 Oktober 2013 16:17:00 WIB | Berita Terkini | 819 kali dibaca


dirjenSehari sebelum digelar Peringatan Hari Pangan Se Dunia ke 33 yang tahun ini di selenggarakan di Kota Padang, Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Ir. Udhoro Kasih Anggoro, MS

   menggelar rapat  membahas berbagai program   dalam  mendukung pencapaian produksi tanaman pangan (padi, jagung dan kedele) di dengan  jajaran   pertanian se Sumatera Barat di Aula Dinas Pertanian  Tanaman Pangan Sumbar,Rabu (30/10).

Dalam rapat  koordinasi  ini Dirjen  langsung membawa dua orang direkturnya yang membidangi tanaman pangan, yakni Direktur Budidaya Serealea, Ir. Fathan A Rasid, Direktur  Aneka Tanaman Umbi dan Kacang-Kacangan, Dr. Maman Surahman,  dan Sesditjen  Tanaman Pangan Ir. Spuntnik Sujono, K.

Sedangkan   dari jajaran  Pertanian Sumatera Barat,  hadir Dinas Pertanian Tanaman Pangan  Sumbar  berserta jajaran, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kota Se-Sumbar,  PT. Pertani, PT Sang Hyang Sri dan Sekretaris KTNA Sumbar Oyon Syafei.

Dalam rapat koordinasi, Dirjen bersama Dinas Pertanian  se-Sumbar  membahas berbagai  masalah yang  menghambat  pelaksanaan kegiatan   yang mendukung  program  pencapaian  produksi beras. Diantaranya, pelaksanaan SL-PTT tahun 2013 dan perencanaan  SL PTT tahun 2014. Pada kesempatan itu ia menegaskan bahwa  target yang diberikan   dalam SL PTT sudah  final.  “Target  SL PTT secara nasional tidak boleh dikurangi, angka 4,6 juta ha   tersebut tidak boleh berubah,” tegasnya.

Ia berharap,  Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota dapat  menyebutkan berbagai  persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan  pencapaian  target produksi pangan. Dengan demikian, ia mendapat informasi   yang   valid   sebagai dasar untuk membuat kebijakan     dalam pencapaian target produksi pangan. “Silakan ungkap persoalannya, jangan sampai saya dapat informasi yang salah sehingga membuat kebijakan yang salah juga,”harapnya.

Salah satu persoalan yang terungkap dalam rapat  tersebut adalah masalah  penyaluran   benih bersubsidi. Diketahui, banyak benih  bersubsidi yang  tidak tersalurkan. Selain  ada ketidakcocokan antara  benih subsidi yang tersedia di perusahaan  penyalur dengan kebutuhan petani,   koordinasi antara  Dinas terkait juga lemah. Karena itu ia meminta  agar  koordinasi  terus diperkuat sehingga setiap persoalan yang terjadi dilapangan dapat diatas.

Terhadap masalah  benih bersubsidi, ia mengapresiasi  saran  Dinas Pertanian   Tanaman Pangan Sumbar, Ir. Djoni  yang meminta, khusus di Sumatera Barat, subsidi benih    tidak disalurkan  oleh  perusahaan, tapi  langsung oleh penangkar. Karena itu, ia meminta agar   Dinas Pertanian  Tanaman Pangan Sumbar  membuat surat  ke Dirjen Tanaman Pangan mengenai usulan tersebut.

Kepada  Wartawan disela-sela  rapat  koordinasi  tersebut, ia mengakui tidak  mudah  untuk  melaksanakan  program-program yang telah disusun guna mencapai target  produksi   pangan tersebut.  Persoalan mendasar, katanya, lemah kemampuan petani  dalam menerapkan   paket teknologi yang dianjurkan, baik yang disebabkan  karena  rendahnya SDM petani, maupun  permodalan yang  tidak cukup untuk menerapkan teknologi tersebut.

Karena itu, salah satu upaya  yang mereka lakukan     adalah dengan meningkatkan koordinasi  semua jajaran  terkait sehingga  berbagai  masalah yang dihadapi segera diatasi seperti  rapat koordinasi dengan  seluruh jajaran pertanian se-Sumatera Barat tersebut. “Problema lapangan itu tidak sama, karena itu melalui rapat ini kita saling memberikan informasi sehingga setiap persoalan dapat diatasi,” ucapnya.

Terhadap  target produksi pangan  nasional   hingga tahun 2014 nanti seperti surplus beras  10 juta ton ia  optimis hal itu bisa  tercapai. Meski  sampai tahun  2013  ini  masih  kurang sekitar 7 juta ton, namun dengan mengoptimalkan  berbagai  sumber daya yang ada  hal itu akan  bisa terealisasikan.  “Kita akan berusaha seoptimalkan mungkin mencapai target tersebut,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Ir. Djoni mengatakan  apa yang terungkap dalam rapat tersebut   hanyalah masalah  dalam merealiasasi anggaran kegiatan. Secara umum, katanya, seluruh  kegiatan  yang   dibidang   tanaman pangan  berjalan dengan baik. “Padi dan Jagung tidak  ada masalah, kalau kedele ya karena  iklim yang tidak cocok dengan Sumatera Barat ,” ucapnya


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh