Perlu Digugat Kenapa Orang Minang Membiarkan Anaknya Berpacaran


Post by Tenaga Artikel(Yal) | Posted on 01 Mei 2019 08:40:45 WIB | Artikel | 102 kali dibaca



Zaman  berubah dan prilaku orang Minang pun ikut berubah, terutama masalah berpacaran. Maksudnya, orang Minang saisuak, melarang anak-anaknya berpacaran. Bahkan, orang sekampung akan mempergunjingkan jika ada diantara anak atau remaja berpacaran. Tapi kini, yang katanya di zaman melenial, anak-anak remaja sudah bebas berpacaran dan berkumpul antara lelaki dan perempuan. 

Yang hebatnya lagi, ada diantara orang Minang sekarang yang banggga melihatnya anaknya berpacaran dan bersenda guran dirumahnya dan begadang hingga larut malam. Kesannya, persoalan berpacaran, sudah tak menjadi ukuran moral agama dan adat. Begitu juga dengan ninik mamak, yang cuek dan tak peduli dengan ponaannya berpacaran.

Padahal dalam pandangan Islam berpacaran termasuk perbuatan yang dilarang oleh agama dan adat istiadat. Seperti dalam pandangan Islam sudah jelas dan tegas ada larangan sebagai Firman Allah.  “Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32).

Jadi, istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam hanya yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Maksudnya, masa tunangan ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam masa pertunangan keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.
       
Jadi tradisi berpacaran yang dilakukan remaja sekrang sudah jelas merupakan perbuatan yang diharamkan dalam agama Islam. Kenapa?  Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Jangankan berzina, menghampirinya saja sudah dilarang oleh agama. Kenapa? Karena awal dari perbuatan zina tersebut dimulai atau melaluitahapan, saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu.

Kemudian jika ada yang mengatakan bahwa pacaran belumlah dapat dikatakan sebagai perbuatan menuju zina, maka kita katakan kepadanya bukankah orang yang paling tahu tentang perkara yang dapat mendekatkan ummatnya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka telah mengatakan :“Jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan-pandangan kalian dan tahanlah tangan-tangan kalian”

Kedepannya kita berharap masalah pacaran ini menjadi kajian serius oleh tokoh adat dan pendidik, serta orang tua, bagaimana supaya anak terbebas dari perbuatan zina. Yang tak kalah pentingnya, agar Walikota Padang melalui kewenanganya, untuk melarang objek wisata dimanfaatkan untuk berpacaran. Objek wisata dikhususkan bagi masyarakat yang telah berumah tangga di usia muda. 

Begitu dengan ninik mamak, untuk meningkatkan peran dan peranannua menjaga ponaannya agar terhindar dariperbuatan zina. Bagaimana pun, tanpa peran semua pihak masalah perbuatan zina ini tak akan pernah bisa diatasi. Bila perlu anak dan ponaan yang sudah terlanjur berzina, dilakuakn hukuman adat, dibuang sepanjang adat. 

Selanjutnya kepada paramubalig dan penceramah untuk tak bosan-bosannya memberikan siramana rohani tentang bahaya dan dampak dari perbuatan zina. 

Kini mari kita sebagai masyarakat Kota Padang dan sebagai orang Minang menyatakan sikap  tegas terhadap remaja yang seenaknya melakukan zina. 

Sedangkan kepada Kasatpol PP untuk lebih gencar melakukan razia ke hotel-hotel yang memberikan fasilitas kepada anak dan ponaan untuk berbuat zina. Mari kita bergandengan tangan untuk membebaskan Kota Padang dari kebebasan sek.

Semoga para anggota dewan yang terhormat bertegas-tegas masalah pengawasaan pelaksanaan Perda Maksiat yang telah diputuskan oleh anggota dewan yang terhormat dari provinsi Sumatera Barat.  Mari kita kawal pelaksaan Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang Maksiat. (Penulis wartawan tabloidbijak.com)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh