Membiarkan Zina di Hotel Rusak Harga Diri Ranah Minang 


Post by Tenaga Artikel(Yal) | Posted on 01 Mei 2019 08:35:03 WIB | Artikel | 141 kali dibaca


Filosofi masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak dan Syarak basandi Kitabullah haruslah dipegang teguh dan diamalkan dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya sebatas slogan kosong  melompong. 

Sebagai orang Minang, kita tentu sedih, terharu dan ikut berdosa dengan membiarkan praktek perzinaan berlangsung di hotel-hotel dan tempat hiburan lainnya, sperti dilansir Impiannews.com. "Puluhan Pasangan laki-laki dan perempuan bukan Suami istri kembali terjaring oleh Tim gabungan Satpol PP bersama SK4 Pemko Padang, 17 Maret 2019 lalu."

Yang ironisnya, dalam operasi yustisi yang digelar Satpol PP Kota Padang Minggu dini hari tersebut, 12 orang wanita dan 12 orang laki-laki diamankan petugas dari kamar  hotel Mervit sedangkan satu orang pengunjung wanita tidak memiliki KTP di PUB Tee Box.

Kemudian terjaring juga di Hotel Tiga-tiga yang berada di jalan Veteran dan selanjutnya di Hotel yang berada di kelurahan Purus Kecamatan Padang Barat. Dari hasil penggeledahan petugas, dari setiap kamar yang di periksa  dikamar-kamar hotel  ditemukan  pasangan yang bukan suami istri.

Berita tentang razia membragus praktek maksiat bernama zina di Kota Padang tersebut sudah bisa dikatakan telah beratus kali. Namun yang namanya perzinaan masih saja berlangsung ditempat-tempat yang membukakan pintu untuk bermaksiat ria.

Sebagaimana kita ketahui, perbuatan zina merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela,se bagaimana Allah Azza Wa Jalla berfirman :" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [Al-Isrâ’/17: 32).

Kemudian dalam ayat lain, Allah Azza Wa Jalla juga berfirman :"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina." (Al-Furqân/ 25:68-69).

Dari pengertian dari dua  ayat tersebut,  Allah Azza Wa Jalla menyebutkan perbuatan zina setelah perbuatan syirik dan setelah pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan Allah dan perbuatan zina tersebut menunjukkan betapa perbuatan sangatlah buruk.

Bahkan Allah Azza Wa Jalla menyebutkan sanksi bagi pelaku perbuatan nista ini. "Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (An-Nûr/24:2). 

Kenapa Islam melarang perbuatan zina? Karena ada sekitar 27 akibat dari perbuatan zina tersebut. Seperti, 1. Zina mengurangi agama seseorang, 2. Zina menghilangkan sifat wara’, 3. Zina merusak kehormatan dan harga diri, 4. Zina mengurangi sifat cemburu, 5. Pezina mendapatkan murka Allah Azza wa jalla, 6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap, 7. Zina menggelapkan hati dan menghilang cahayanya, 8. Zina mengakibatkan kefakiran yang terus menerus, 9. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuh nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia, 10. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji seperti ‘iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela seperti fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina, 11. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang bagian atasnya sempit dan bawahnya luas. Bahkan sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyiksa para pezina. [HR al-Bukhâri dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu].

Berikutnya, 12. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabîts, sebuah gelar yang sematkan buat para pezina, 13. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kegelisahan hati buat para pezina, 14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain, 15. Manusia memandangnya sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayainya mengurusi anak dan istrinya, 16. Allah Azza wa jallamemberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina, 17. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di syurga, 18. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga, 19. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Jadi perbuatan nista ini tidak akan terealisasi kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi beragam maksiat lainnya. Perbuatan keji menyebabkan keburukan dunia dan akherat

Selanjutnya, 20. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari daerahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) batu sampai mati, 21. Zina merusak nasab, 22. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang, 23. Zina menyebabkan tersebarnya waba penyakit berbahaya, tha’un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamin yang umumnya sulit diobati, minimal penyakit syphilis,  24. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa, 25. Zina menyebab balasan amalan shalihnya hilang sehingga ia bangkrut pada hari kiamat, 26. Dihari kiamat pelaku zina akan dihadapkan pada orang yang istrinya dizinai untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun, 27. Anggota tubuh seperti tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan lisan akan memberikan persaksian yang menyakitkan. Allah Azza wa jalla berfirman :"Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (An-Nûr/ 24:24). 

Begitulah dampak negatif dari perbuatan zina. Semua ini memberikan gambaran betapa buruk dampak perbuatan nista ini dan alangkah rendah moralitas pelakunya. Efek negatif perbuatan tak senonoh ini tidak hanya akan dirasakan oleh si pelaku tapi juga oleh sang anak yang tidak tahu-menahu. Harapan kita semoga Allah Azza wa jallamelindungi kami dan seluruh kaum muslimin dari perbuatan keji ini.

Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat lainnya yang dilakukan pezina, baik sebelum ataupun sesudahnya seperti khamar, madat, judi atau narkoba. Pezina senantiasa merasa tidak pernah ada puasnya, sehingga mencari cara-cara lain, baik dengan obat-obatan ataupun dengan cara-cara seks yang menyimpang. Bahkan pPezina biasanya memiliki penyakit menular yang berbahaya seperti HIV Aids, Raja Singa, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah, gatal-gatal yang berkepanjangan. 

Kedepan kita tentu berharap, agar Gubernur  Sumatera Barat, serta Walikota dan Bupati se-Sumatera Barat, berskap dan bertindak tegas untuk membrantas maksiat yang bernama zina tersebut. Kalau para walikota dan bupati ada yang sepakat untuk mendukung salah satu calon presiden, kenapa untuk memberatas zina, enggan untuk menyatakan sikap bersama. Semoga. (Penulis wartawan tabloidbijak.com/berbagai sumber)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh