Masyarakat Juga Dapat Selamatkan Hutan Mereka


Post by Dinas Kehutanan(FEBY ANROW, S.Hut) | Posted on 30 Oktober 2013 03:01:45 WIB | Kehutanan | 1185 kali dibaca


Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab rusaknya sumberdaya hutan. Kebakaran hutan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar dan dampak yang sangat luas bahkan dapat melintasi batas negara, untuk itu penanggulangan kebakaran hutan sejak dini merupakan langkah bijak untuk menghindari kerusakan besar yang mungkin ditimbulkan.

Bagaimana mengetahui kebaran hutan secara dini?

Kebakaran hutan dapat dideteksi secara dini bila setiap orang mengetahui kemana laporan ditujukan, bagaimana cara melapor, dimana lokasi kebakaran dan kemana perkiraan arah api menjalar.

Laporan adanya kebakaran dapat ditujukan kepada pihak yang berwenang baik secara langsung maupun melalui sarana telepon, radio, kentongan dan lain sebagainya.

Bagaimana masyarakat dapat berperan dalam menyelamat hutan dari kebakaran?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor :P.12/Menhut-II/2009 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan pada BAB IV dicantumkan bahwa dalam rangka optimalisasi kegiatan pengendalian kebakaran hutan, pemerintah berkewajiban melakukan pemberdayaan masyarakat pada setiap jenjang. Dalam hal ini pemerintah menbentuk Masyarakat Peduli Api (API).

Masyarakat Peduli Api (MPA)

adalah kumpulan masyarakat yang secara sukarela bersedia membantu upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (mulai dari pencegahan, pemadaman, dan penanggulangan dampak), masyarakat ini difasilitasi dan dilatih oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.

Prinsip Pembentukan MPA

1. Pengembangan potensi dan daya masyarakat

2. Penguatan potensi dan daya masyarakat

3. Perlindungan terhadap kepentingan masyarakat

4. Penyadaran, penguatan kapasitas dan pemberian akses kepada SDA

5. Mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan

Tujuan Pembentukan MPA

adalah untuk menanamkan kepedulian masyarakat dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan.

Dinas Kehutanan tidak akan dapat melaksanakan pengendalian kebakaran dengan hanya mengandalkan sumber dayanya, para pihak diharapkan mau dan mampu membantu dalam upaya ini..

Tugas pokok MPA antara lain:

1. Membantu pemerintah dalam kegiatan penyuluhan.

2. Mengadakan pengawasan dan pemantauan terhadap lahan yang berpotensi terbakar dan melaporkannya kepada pemerintah Kecamatan apabila terjadi kebakaran lahan.

3. Bersama-masa dengan masyarakat menanggulangi kebakaran kecil dan kebakaran besar, dan membuat kesepakatan desa/ adat dan sanksi-sanksinya kepada pelaku pembakaran.

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat saat ini telah memilki Masyarakat Peduli Api yang tersebar di lima Kabupaten dengan rincian sebagai berikut:

1. Kabupaten Pesisir Selatan di Nagari Lakitan Tengah

2. Kabupaten Solok di Nagari Saning Bakar

3. Kabupaten Agam di Nagari Padang Tarok

4. Kabupaten Limapuluhkota di Nagari Sungai Balantiak

5. Kabupaten Tanah Datar di Nagari Guguak Malalo

Masyarakat Peduli Api terdiri dari beberapa kelompok yang anggotanya merupakan masyarakat setempat. Dalam melaksanakan tugasnya MPA diketuai oleh seoarang ketua MPA.

MPA yang telah terbentuk dapat melaksanakan perannya dengan berkoordinasi dengan dinas kehutanan setempat. Dengan adanya MPA diharapkan tahun - tahun berikutnya tidak ada lagi kebakaran yang tidak tertanggulangi, tidak ada asap yang menyesakkan, dan memedihkan mata.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh