Potensi Jasa Lingkungan dari Hutan Sumatera Barat


Post by Dinas Kehutanan(FEBY ANROW, S.Hut) | Posted on 30 Oktober 2013 02:59:25 WIB | Kehutanan | 2226 kali dibaca


Pemanfaatan jasa lingkungan adalah upaya pemanfaatan potensi jasa (baik berupa jasa penyediaan/ provisioning services, pengaturan/regulating services, maupun budaya/cultural services) yang diberikan oleh fungsi ekosistem dengan tidak merusak dan mengurangi fungsi pokok ekosistem tersebut. Kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan dapat berupa usaha wisata alam, usaha pemanfaatan air, usaha perdagangan karbon (Carbon trade) atau usaha penyelamatan hutan dan lingkungan.

Sedangkan ekowisata adalah model pengembangan wisata alam yang bertanggungjawab di daerah yang masih alami atau daerah-daerah yang dikelola secara alami dimana tujuannya selain untuk menikmati keindahan alam juga melibatkan unsur pendidikan dan dukungan terhadap usaha konservasi serta peningkatan pendapatan masyarakat setempat.

Provinsi Sumatera Barat memiliki hutan dengan luasan 2.377.296 Ha, dimana terdapat banyak potensi dan keunikan yang dapat diusahakan baik dari segi ekonomi, ekologi maupun sosial. Beberapa potensi jasa lingkungan dan ekowisata yang ada di Sumatera Barat adalah sebagai berikut:

Kabupaten Solok Selatan

1. Objek Wisata Tumbuhan Langka Tumbuhan langka yang ditemukan di Kabupaten Solok Selatan adalah jenis Rafflesia hasseltii Suringar atau lebih dikenal Rafflesia Merah Putih".

2. Sumber Air Bersih Anak Sungai Pinti Kayu

3. Pemanfaatan Aliran Air untuk Pembang kit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Kota Sawahlunto

1. Objek Wisata Air Terjun Sungai Barikan

Objek ini terletak di Desa Rantih Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto dengan tinggi air terjun ± 25 m. Di samping dimanfaatkan untuk tempat wisata, air terjun ini juga dimanfaat untuk pemandian, mengairi sawah dan perikanan oleh penduduk di sekitar lokasi.

Flora yang dijumpai sepanjang jalan menuju lokasi antara lain tanaman coklat, karet, medang, jenis paku-pakuan dan semak belukar lainnya. Sedangkan fauna yang dijumpai adalah monyet, labi-labi (kura-kura), kera ekor panjang, tupai, burung-burung dan hewan melata lainnya.

2. Objek Wisata Air Terjun Lurah Tibarau (Dua Tingkat).

3. Objek Wisata Alam Panorama Puncak Polan.

Kabupaten Agam

1. Air Terjun Sarasah Gasang

2. Panorama Alam Bukit Sakura

Merupakan panorama alam yang menyuguhkan pemandangan ke arah seputar danau maninjau dan kawasan Kabupaten Agam.

Aksesibilitas menuju lokasi Bukit Sakura cukup baik dengan jarak tempuh 59 Km dari Lubuk Basung. Memperhatikan potensi yang ada di lokasi ini dapat dikembangkan wisata alam berupa penyediaan sarana olah raga paralayang dan sarana wisata petualangan.

3. Bukit Kepanehan/Villa Pincuran Gading.

Kabupaten Padang Pariaman

1. Air Terjun (Baburai) Batang Sikacik.

2. Pemandian Tapian Puti.

3. Sumber Air Bersih Sungai Buluh.

Kabupaten Pasaman Barat

1. Bendung Batang Tongar

2. Lobang Jepang

3. Panorama Pasangging

4. Pemandian Aie Angek

Kabupaten Pesisir Selatan

1. Arum Jeram Sei. Lundang

Objek ini terletak di Kampung Desa Baru Nagari Taratak Sei. Lundang Timur Kecamatan Koto XI Tarusan..

Sungai Lundang mempunyai lebar 30 – 40 m, dengan arus sungai yang cukup deras. Lokasi ini berpotensiuntuk dijadikan arena arum jeram. Akses menuju lokasi sudah beraspal beton sehingga dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 dengan jarak tempuh ± 1 – 1,5 jam dari Kota Painan.

2. Sumber Air Bersih Anak Sungai Gunung Talang

3. PLTMH Sungai Mandeh

Kabupaten Pasaman

1. Sumber Air PDAM (Sungai Batang Air Daliak)

2. Bendung Tanjuang Alai

3. Bendung Panti Rao

Kabupaten Solok

1. Danau Koto Tuo

2. Panorama Alam Puncak Gabus dan Panorama Puncak Ace

Objek ini terletak di Korong Lubuk Tangah, Jorong Ujung Ladang, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Potensi kedua lokasi panorama ini sangat besar sebagai obyek wisata alam, namun belum termanfaatkan dengan maksimal baik oleh masyarakat maupun oleh instansi terkait. Akses ke lokasi ini dapat ditempuh melalui jalan darat yaitu melewati jalan provinsi arah Padang-Solok dengan jarak sekitar 60 Km, dan dilanjutkan dengan jalan desa sesejauh 8,5 Km dari jalan provinsi. Akses sampai dengan jalan desa tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan roda dua dan roda empat dengan kondisi jalan yang relatif bagus dan aman untuk kegiatan wisata. Lokasi kedua obyek panorama alam ini berdekatan dengan Danau Koto Tuo, sehingga sangat ideal untuk dijadikan paket wisata alam yang terintegral satu sama lainnya.

Memperhatikan kondisi di sekitar Puncak Gabus dan Puncak Ace, potensi jasa lingkungan yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan air dan aliran air serta wisata alam.

Kota Padang

1. Air Terjun Lubuk Hitam

2. Air Terjun Sikayan Balumuik

Kabupaten Sijunjung

1. Pemandian Aie Angek

2. Ngalau Laguang/Ngalau Aie Angek

3. Rimbo Larangan Nagari Paru

4. Ngalau Basurek (Goa Basurek)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh