Komisi II DPRD Sumbar Kuatkan BLK Melalui Perda Guna Lahirkan Tenaga Kerja Handal


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 06 Desember 2018 09:58:19 WIB | Berita Terkini | 53 kali dibaca


Komisi II DPRD Sumbar Kuatkan BLK Melalui Perda Guna Lahirkan Tenaga Kerja Handal

PADANG,- Komisi II DPRD Sumbar, segera, lahirkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Ketenagakerjaan. Regulasi ini, bertujuan untuk melahirkan tenega kerja yang mampu untuk berwirausaha, sehingga beban pemerintah untuk menekan angka penggangguran dapat lebih mudah. 

" Ranperda ini merupakan inisiatif Komisi II DPRD Sumbar yang bertujuan agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal dengan menguatkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) yang butuh revitalisasi," ujar Ketua komisi DPRD Sumbar Muzli M Nur, saat dihubungi , Rabu (5/12)

Pusat pelatihan kerja, jelasnya, secara konret harus mampu meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja dari para pencari kerja. Hal itu harus dilakukan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Tidak hanya itu output yang dihasilkan hendaknya juga mampu untuk membuka lapangan kerja sendiri. 

“Selain berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BLK dituntut mampu menjembatani kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.” katanya

Dia mengatakan, pola pelatihan di BLK-BLK milik pemerintah daerah, harus mengutamakan jenis pelatihan sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing. 

Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, pengelasan, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian, dan perkebunan. 

“Selanjutnya, baru mengacu pada kebutuhan nasional dan internasional.”

Namun, harus diakui masih ada beberapa aspek yang harus dibenahi yaitu infrastruktur dan peralatan pelatihan, kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan, serta manajemen pengelolaan BLK.

Sementara itu,  Anggota Komisi II DPRD Sumbar Mochklasin mangatakan,  dengan adanya regulasi ini kita menargetkan melahirkan 10,000 tenaga kerja yang siap pakai pada era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA),  draft Ranperda ini telah disampaikan kepada gubernur sehingga pembahasannya sudah dapat dimulai pada tahun 2019.

" Prolegda 2019 sudah ditetapkan pada tahun ini , meski demikian 2019 akan kembali dbahas melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, " katanya.

Nantinya, lanjut Mockhasin , kita akan memperbaiki sejumlah BLK yang ada di Sumbar tidak hanya itu tenaga insrtuktur juga akan ditingkatkan agar para peserta pelatihan BLK sanggup bersaing dengan tenaga kerja asing yang akan banyak saat efektifnya MEA. 

" Tenga terampil dan mandiri harus dimiliki, jangan hanya bergantung kepada sektor formal atau PNS, sehingga banyak lapangan kerja baru terbuka dan mengurangi angka pengangguran, "katanya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat jumlah penduduk yang menganggur di Sumatera Barat (Sumbar) bertambah sebanyak 2.980 orang sejak satu tahun belakangan. Sementara itu, penduduk yang telah bekerja juga mengalami peningkatan sebanyak 65,45 ribu orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan sebesar 0,03 poin. Sementara itu untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,97 poin dari TPAK tahun 2017

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan. Untuk perkotaan Agustus tahun 2018 jumlah TPT sebesar 6,71 persen. Sedangkan untuk daerah pedesaan sebesar 5,54 persen. *Publikasi.(dprd.sumbarprov.go.id)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh