Mendagri Ajak Masyarakat Lawan Racun Demokrasi


Post by Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(TITA SHANIA) | Posted on 27 November 2018 22:38:25 WIB | Berita Terkini | 302 kali dibaca


Jelang Pileg dan Pilpres yang digelar serentak pada 17 April 2019 nanti, Mendagri Tjahjo Kumolo meminta masyarakat untuk melawan 'racun demokrasi'.

Sebagaimana dilansir oleh situs kemendagri, beliau mengatakan bahwa konsolidasi demokrasi lewat Pilkada serentak cukup sukses. Pemerintah dan semua partai sangat mengapresiasi kerja KPU dan Bawaslu. Memasuki Pilpres dan Pileg, mari Tjahjo menegaskan agar masyarakat mampu lawan racun demokrasi.

Tjahjo Kumolo menjelaskan bentuk-bentuk racun demokrasi yang harus diwaspadai yakni politik uang, kampanye calon legislatif, tim sukses serta calon presiden dan wakil presiden yang mengandung ujaran kebencian, fitnah, hingga SARA.

"Semua jenis racun demokrasi harus dilawan. Mari tingkatkan partisipasi pemilih supaya maksimal. Mari ajak semua calon timses untuk selalu kampanye, adu program, konsep dan gagasan," kata Tjahjo Kumolo.

Lebih lanjut, Tjahjo Kumolo juga menyinggung agar masyarakat aktif melakukan perekaman dan pencetakan KTP-el agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya.

Menurut Tjahjo Kumolo, saat ini tidak ada alasan lagi jika tidak bisa merekam dan mencetak KTP-el.

Pasalnya, Tjahjo Kumolo sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia dan peralatan untuk perekaman hingga pencetakan KTP-el.

"Saya kira tidak ada alasan kalau ada yang bilang tidak bisa rekam KTP-el. Mungkin alasannya karena error, antrean panjang atau listrik mati. Karena saya di Papua saja sudah bagus, disana 60 persen sudah rekam KTP-el," tambah Tjahjo Kumolo.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh