Memaksimalkan Kualitas Ekspor Komoditi Pertanian


Post by Dinas Perindustrian dan Perdagangan(BUDI SETIAWAN, ST, M.Si) | Posted on 13 Oktober 2013 07:24:28 WIB | Artikel | 993 kali dibaca


Memaksimalkan Kualitas Ekspor Komoditi Pertanian

 

Masalah ekspor komoditi pertani an dalam suatu negara memang sangat menentukan kemajuan negara tersebut, karena komoditi pertanian adalah kebutuhan utama bagi sebuah negara untuk mencukupi kebutuhan pangan dinegara itu, jika suatu negara dapat memenuhi kebutuhan pangan dinegara itu tanpa melakukan kegiatan impornya sekali, hal ini adalah suatu kondisi yang dapat disebut dengan negara maju dan berkembang, selanjut nya juga apa bila suatu negara dapat melakukan kegiatan ekspor komoditi pertanian akan lebih baik dan lebih bermutu.

Indonesia yang merupakan salah satu negara pengekspor komoditi pertanian, kerap masih sering mengalami kendala yang dapat menghambat kegiatan ekspor, Komoditi utama dari hasil pertanian yang sering dilakukan ekspor oleh Indonesia yaitu karet dan produk karet, sawit dan produk sawit, kakao dan kopi.

Dalam kegiatan ekspor yang dilakukan Indonesia masih sering terkendala pada produknya, Komoditi yang diekspor masih saja ditolak oleh negara-negara tujuan kerena kualitas produk yang diekspor masih tidak sesuai dengan permintaan negara tujuan atau masih buruknya standar kualitas produk indonesia sebagai negara yang besar dan yang sering disebut dengan negara agraris pasti kita merasa malu atas tindakan penolakan ekspor komoditi pertanian ini. Sumber daya alam yang begitu banyak dan daratan yang sangat luas serta letak Indonesia yang sangat strategis berdasarkan geografisnya sangat tidak me mungkinkan memang jika masih banyak dan masih seringnya terjadi penolakan ekspor pada komoditi pertanian, tapi fakta sebenarnya yang kita ketahui bahwa ekspor Indonesia sangat tidak cocok dengan yang diharap kan negara pengimpor dan me nyebabkan penolakan terhadap ekspor yang dilakukan oleh Indonesia.

Kualitas adalah hal utama yang perlu diperhatikan dalam kegiatan ekspor dalam berbagai komoditi dalam komoditi pertanian hal yang menyebabkan kualitas produk yang diekspor tidak layak atau tidak sesuai dengan permintaan negara pengimpor adalah karena tingginya toksisitas yang merupakan zat racun berbahaya yang terkandung dalam produk tersebut. Selain kandungan toksin yang tinggi yang menyebabkan penolakan kegiatan ekspor adalah masih benyaknya produk pertanian Indonesia yang tidak tahan lama atau cepat busuk, bahkan kimia yang terkandung pada produk ekspor melebihi batas maksimum yang ditentukan, faktor kebersihan dari produk yang diekspor tidak bagus, adanya kontaminasi mikro organisme serta proses kegiatan ekspor yang dilakukan tidak teregistrasi.

Hal yang menyebabkan tingginya toksin yang terkandung adalah tingginya residu pastisida dalam produk pertanian dan kegiatan pengemasan yang kurang maksimal atau sering disebut dengan misbranding, Residu pastisida yang tinggi disebabkan oleh penggunaan pastisida yang berlebihan dan tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Para petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan ini masih menganggap bahwa dengan pengunaan pastisida yang banyak akan menjamin bagi keselamatan dan keberhasilan tanamnannya tanpa memikirkan kualitas dari hasil yang didapatkan.

Dalam menangani hal ini peran pemerintah sangat diperlukan untuk kegiatan sosialisasi kepada para petani mengenai penggunaan pastisida yang sebenarnya supaya dalam penggunaan pastisida sintetik yang mengandung banyak zat kimia beracun dapat dikurangi dan dihilangkan. Dalam kegiatan pengemasan, pemerintah perlu melakukan pengawasan yang maksimal, setiap kemasan yang dipakai harus terjamin dan dapat dipertanggung jawabkan kualitasnya, karena apabila kualitas dari kemasan juga tidak terjamin akan menyebabkan produk yang akan diekspor cepat rusak dan akan menjadikan penolakan kegiatan ekspor. Setiap produk yang akan diekspor khususnya komoditi pertanian yang merupakan bahan pangan haruslah terjamin kebersihannnya dan tahan lama supeya tidak terjadi pembusukan, kendala pada kebersihan ini kerap terjadi karena kurangnya kegiatan sanitasi dan sterilisasi pada saat akan dilakukannya penegmasan.

Sebagian besar penolakan ekspor terjadi karena faktor saniatasi, dari seluruh kasus penolakan yang ada pada kegiatan ekspor komoditi pertanian yang sering terjadi 40 sampai 60 persennya adalah disebabkan oleh sanitasi dan presentanya ini berfluktuasi setiap tahunnya sejak tahun 2002. Untuk memaksimalkan kegiatan ekspor Indonesia dari komoditi pertanian perlu upaya peninjauan kembali atas produk yang akan diekspor, selain itu standar kualitas produk Indonesia perlu ditingkatkan, Standar Nasional Indonesia (SNI) pada sistem komoditi pertanian yang diberlakukan sejak tahun 2003 belum begitu diakui di banyak negara dan diantara ne gara-negara pengimpor masing -masing cenderung memiliki standar tersendiri, sehingga menyebabkan jika Indonesia melakukan ekspor komoditi pertanian harus memenuhi standar negara yang bersangkutan, hal ini lah salah satu upaya yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan Stadar Nasional Indonesia supaya kegiatan ekspor tidak akan terjadi lagi penolakan. Pengembangan lembaga sertifikasi untuk kegiatan ekspor juga perlu dilakukan berbagai daerah dan jangan hanya ditempatkan tertentu saja, karena kualitas komoditi pertanian disetiap daerah pasti berbe da-beda, hal ini akan menyebab kan masalah baru bagi produk yang akan di ekspor.

Perlunya penanganan kegiatan ekspor khususnya pada komoditi pertanian akan menimbulkan efek yang baik bagi kemajuan suatu negara, jika Indonesia lancar dalam melakukan kegiatan ekspor dan tidak ada penolakan lagi akan menjadikan Indonesia sebagai negara terkenal dalam pengekspor pangan khususnya.

Peningkatan kualitas ekspor akan sangat membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyara katnya kegaitan ekspor akan menjadikan devisa negara ini semakin baik dan semakin tinggi, selain itu hubungan kerja sama Indonesia dengan negara-negara peng impor akan terealisasikan dengan baik dalam berbagai bidang.(warta pln edisi Maret )

 

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh