SEKILAS TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI


Post by Dinas Perindustrian dan Perdagangan(BUDI SETIAWAN, ST, M.Si) | Posted on 13 Oktober 2013 06:54:25 WIB | Artikel | 895 kali dibaca


SEKILAS TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI


Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan sejalan kesepakatan indonesia dalam WTO, APEC, dan AFTA serta paket reformasi 15 januari 1998, pemerintah Indonesia telah mengurangi campur tangan di bidang tata niaga komoditi dan menyarahkan nya pada mekanisme pasar, ke hadiran bursa berjangka di indonesia sebagai tempat diselengga rakannya perdagangan kontrak berjangka komoditi sangatlah relevan, karena kontrak berjangka merupakan instrumen pasar yang telah dikenal luas di negara-negara maju dan berkembang dan yang paling banyak digunakan untuk pengolahan resiko harga yang dibutuhkan dunia usaha.

 

Apakah kontrak berjangka komoditi itu.

Berbeda dengan pengertian kon trak dalam perdagangan biasa, kontrak berjangka merupakan kontrak yang standard, dan waktu penyerahan telah ditetapkan terlebih dahulu, karena bentuknya yang standard itu, ma ka yang di ”Negonisasi” kan ha nya harganya saja, performance atau ” terpenuhinya” kontrak berjangka sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu lembaga kliring ber jangka. Berdasarkan UU No.32 /1997 tentang perdagangan berjangka komoditi, perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan kontrak berjangka dan opini atas kontrak berjangka. Perdagangan berjangka dilakukan di bursa berjangka, yang selanjutnya disebut dengan bursa yang memperdagangkan kontrak berjangka berbagai komoditi, tempat dimana kontrak ber jangka diperdagangkan juga disebut pasar berjangka, dengan demikian di bursa akan terdapat banyak pasar berjangka sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan, di bursa pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli / menjual sejumlah komoditi untuk penyerahan dikemudian hari sesuai isi / spesifikasi kontrak. Harga komoditi yang terbentuk di bursa berlangsung secara transparan dimana harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permin taan yang sebenarnya, transaksi di bursa dilakukan oleh para anggota bursa, yang terdiri dari pialang berjangka dan peda gangan berjangka baik dengan cara berteriak (open outcry) atau secara eletronik (automated /electric trading system), selanjutnya har ga yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing kontrak berjangka dan di umumkan secara luas kepada masyarakat. Dalam tahun-tahun terakhir ini, dan khususnya di bursa - bursa yang baru sistem perdagangan umumnya dilaku kan secara elektronik meng gunakan komputer yang dimiliki akses ke komputer induk yang ada di bursa.

 

Apa Manfaat Perdagangan Berjangka Komoditi.

Ada 2 manfaat utama dari perdagangan berjangka komoditi yaitu sebagai sarana pengolahan resiko (risk management) melalui ke giatan lindung-nilai atau” hedging ”dan sarana pembentukan harga (price discovery). Pada dasarnya harga komoditi primer sering ber fluktuasi karena ketergantungan nya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain, dengan kegiatan lindungi nilai menggunakan kontrak berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (resiko) yang diakibatkan gejolak harga tersebut dengan memanfatkan kontrak berjangka, produsen komodi ti dapat menjual komoditi yang baru akan mereka panen bebera pabulan kemudian pada harga yang telah dipastikan atau’ dikunci” sekarang (sebelum panen). Dengan demikian mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/penurunan harga jual di pasar tunai, manfaat yang sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi di masa yang akan datang pada saat harus memenuhi kontrak nya dengan pembeli diluar ne geri, atau pengolah yang harus melakukan pembelian komoditi secara berkesinambungan. Manfaat kedua adalah sebagai sarana pembentukan harga yang transapran dan wajar, yang mencer minkan kondisi pasokan dan per mintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan hal ini dimungkinkan karena transaksi hanya dilakukan oleh/ melalui anggota bursa mewakili nasabah atau dirinya sendiri yang berarti antara pembeli dan penjual kontrak berjangka tidak saling kenal/mengetahui secara langsung. Harga yang terjadi di bursa umumnya dijadikan seba gai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen Pengusaha kecil untuk melakukan transaksi di pasar fisik.

 

Komoditi apa saja yang diper dagangankan di bursa

Komoditi yang menjadi subjek kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa adalah komoditi pertanian, kehutanan, pertambangan, industri hulu, serta jasa, setiap komoditi yang kontraknya diperdagangankan di bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas yang menyangkut jumlah kualiatas dan waktu penyerahan, sehingga para pemakai/ pengguna bursa dengan mudah dapat mela kukan transaksinya, dengan demikian akan terwujud pasar yang aktif dan likuid.

 

Siapa saja pengguna kontrak berjangka.

Misalnya seorang produsen gula mengharapkan dapat menjual gula yang akan di hasilkannya dalam waktu 2 atau 3 bulan mendatang, produsen tersebut memperhitungkan bahwa untuk memperoleh keuntungan yang wajar, dia harus dapat menjual gula yang akan dihasil kan pada menurut perhitungan nya cocok dengan harapannya, si produsen kemudian mengguna kan jasa pialang berjangka untuk menjual sejumlah kontrak di pasar berjangka yang ekivalen dengan produk yang akan dihasilkannya untuk penyerahan bulan mei pada harga US $ 204/ton. Pada april ketika siprodusen siap menjual gulanya, ternyata harga gula di pasar fisik turun menja di US $ 170 ton, sementara har ga untuk penyerahan bulan mei di pasar berjangka turun menjadi US $ 180/ton, siprodusen menjual gulanya di pasar lokal pada harga US $ 170/ton, dan pada saat yang sama mengintruksikan kepada pialangnya untuk membeli kembali sejumlah kontrak yang sama di pasar berjangka untuk penyerahan bulan mei pada harga US $ 180/ton, berarti si produsen sekarang memiliki kontrak jual pada harga US $ 204/ton dan kontrak beli pada harga US $ 180/ton yang memberikan keuntungan sebesar US $ 24/ton di pasar berjangka keuntungan ini ditambahkan pada penerimaan yang diperoleh dari pasar lokal pada harga US $ 170/ton sehingga harga jual sebenarnya menjadi US$ 194/ ton. Bila terjadi hal yang sebaliknya (harga naik) hasil akhirnya kurang lebih akan sama, misal nya harga di pasar lokal pada bulan mei naik menjadi US $ 210/ton sedangkan harga kontrak penyerahan mei di pasar berjang ka naik menjadi US $ 220/ton berarti si produsen menderita kerugian di pasar berjangka sebesar US $ 16/ton sekaligus mengurangi hasil penjualannya di pasar lokal sebesar US $ 210/ton menjadi sebesar US $ 194/ton sebagi harga akhir diterima.

 

Biaya yang diperlukan dalam perdagangan berjangka.

Semua pengguna pasar berjangka dipersyaratkan menyerahkan sejumlah uang yang disebut ”margin” yang besarnya perkontrak umumnya berkisar antara 5 – 10% dari nilai kontrak besarnya margin yang berbeda-beda ter gantung pada komoditi, waktu, dan gejolak harga yang terjadi. Dalam perjalannya margin ini mungkin memerlukan tambahan (margin call) karena berkurang dari margin awalnya karena pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakannya semula, bila saldo margin mencapai batas tertentu kepada setiap nasabah yang memiliki posisi ”terbuka” baik beli atau jual, harus menambah marginnya kebesaran semula (margin awal) margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh pialang berjangka yang besaran minimumnya dite tapkan bursa atas persetujuan badan pengawasan perdagangan berjangka komoditi (Bappebti).

 

Apakah lembaga kliring berjangka itu.

Untuk menjamin performance atau dipenuhinya kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa tersedia sesuatu lembaga penjamin yang disebut lembaga kliring berjangka, lembaga ini dapat merupakan bagian dari bursa atau terpisah dari bursanya sebagai organisasi tersendiri, lembaga kliring berjangka akan menjamin seluruh transaksi berjangka yang terjadi di bursa, yang setelah melalui proses kliring didaftarkan oleh anggota bursa berstatus anggota kliring kepada lembaga kliring. (Sumber Bapppebti kemendag-warta pln)

 

 

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh