SELUK BELUK TRADISI “ TABUIK “


Post by Dinas kebudayaan dan pariwisata(Dinas kebudayaan dan pariwisata) | Posted on 21 November 2012 10:11:31 WIB | wisata budaya | 2181 kali dibaca


Perayaan

SELUK BELUK TRADISI “ TABUIK “


Dari berbagai tradisi di Indonesia untuk menyambut bulan Muharam yang sangat unik ialah tradisi tabuik “ Perayaan Tabuik “ merupakan perayaan yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan perayaan lainnya yang ada di Indonesia. Perayaan Tabuik merupakan budaya yang berasal dari daerah barat pulau Sumatera yaitu daerah Minangkabau.

Untuk asal muasal perayaan tabuik diyakini tradisi ini dibawa oleh sekelompok suatu bangsa yang ada di timur Tengah.Kelompok ini menganut aliran sy’iah Jafari. Dan diselidiki kelompok ini merupakan bangsa Cipei yang ada disekitar dataran India. Mereka adalah serdadu Inggris, yaitu pasukan Islam Thamil, yang datang ke Bengkulu. Saat itu Bengkulusedang diambil alih oleh Inggris dari tangan Belanda. Setiap tahunnya pada bulan Muharam orang – orang Cipei ini memperingati tragedy peristiwa Karbala dengan cara mereka.

Lama kelamaan peringatan ini diikuti oleh masyarakt Bengkulu. Dengan berjalannya waktu peringatan ini meluas hingga sampai di Padang, Painan, Maninjau, Banda Aceh, Meulaboh, dan Pariaman.Dalam perkembangannya, peringatan tersebut hilang satu persatu dari daerah tersebut. Akhirnya peringatan tersebut tinggallah di Pariaman saja. Di Pariaman peringatan tersebut bernama “ tabuit “ yang sudah berbeda dengan peringatan yang dibawa oleh bangsa Cipei. Istilah “tabuik” sebenarnya bukan kata yang berasal dari Minang. Kata “ tabuik “ merupakan serapan dari bahsa Arab. Asal mula kata “ tabuik “ adalah tabut. Tabut sendiri memiliki arti kotak atau peti kayu.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan “ Tabuik “

Perayaan “ tabuik “ ini hanya dilaksanakan di Kota Pariaman yang berada di pesisir pantai Sumatera Barat. Perayaan ini diselenggarakan dari pusat Kota Pariaman hingga pantai Gandoriah. Perayaan “ tabuik “ digelar hanya pada blan Muharram saja. Dan berlangsung selama 10 ( sepuluh ) hari. Dimulai dari pagi 1 Muharam hingga malam 10 Muharam dengan rentetan acara yang sudah menjadi tradisi “ anak nagari “

Susunan Acara pada “ Tabuik “

Dari sepuluh hari itu disetiap harinya terdapat acara yang sangat sacral. Dimulai dari pembuatan “ tabuik “ yang berbentuk seperti keranda dan bouraq hingga proses pelepasan “ tabuik “ ke pantai.

Dalam perayaan “ tabuik “ terbagi menjadi dua perayaan yaitu “ tabuik pasa”( balai ) dan t” tabuik subarang “. Pasa ( balai ) ialah daerah utama di Pariaman, yang mana menjadi pusat kota. Subarang merupakan daaerah Pariaman yang berada disampaing Pasa ( balai ).Kedua bagian kota ini terpisah oleh sungai yang membelah Pariaman.


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh