Perkembangan Ekonomi Syariah


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 31 Juli 2018 20:42:50 WIB | Artikel | 796 kali dibaca


Perkembangan Ekonomi Syariah

Tabloid Kontan edisi khusus yang terbit bulan Juni 2018 memuat tema “Mengalap Berkah Produk Syariah”. Sedikitnya ada tiga hal yang dibahas di edisi khusus ini, yaitu transaksi bank, investasi, dan perlindungan. 

Kontan mengawali pembahasan perkembangan ekonomi syariah dengan memuat data-data tentang ekonomi Syariah. Untuk total asset perbankan Syariah Rp428,2 triliun. Atau 6,05% dari total asset perbankan nasional sebesar Rp7.078,45 triliun. 

Sedangkan dana masyarakat di bank Syariah berjumlah Rp348,6 triliun (6,6%). Dan dana masyarakat di bank konvensional berjumlah Rp5.293 triliun. Adapun total aset industri asuransi syariah berjumlah Rp42,74 triliun, atau setara 3,7% dari total asset industri asuransi konvensional yang berjumlah Rp1.150 triliun.

Kontan menulis, pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah yang minim menyebabkan industri syariah belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dan ini merupakan tantangan. Berdasar hasil survei, tingkat literasi keuangan syariah sebesar 8,06%. Sedangkan tingkat inklusi keuangan syariah baru sebesar 11,08%. 

Sementara tingkat literasi keuangan konvensional sebesar 29,66%, dan tingkat inklusi keuangan konvensional sebesar 67,82%. Ini adalah tantangan utama perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, yaitu tingkat literasi dan inklusi. 

Masalah literasi dan inklusi keuangan syariah ini sangat menarik jika ada data yang menggambarkan kondisi Sumbar. Karena dengan data yang akurat, bisa diambil kebijakan atau keputusan yang tepat bagaimana menjalankan industri keuangan Syariah atau ekonomi syariah di Sumbar.\

Jika masyarakat secara mayoritas sudah memiliki tingkat literasi keuangan syariah yang tinggi dan juga tingkat inklusi keuangan syariah yang tinggi, maka baru bisa menjadikan ekonomi syariah atau keuangan syariah sebagai penggerak utama ekonomi atau pembangunan. Tapi jika ternyata hasilnya menunjukan sebaliknya, maka perlu sosialisasi dan edukasi yang terus menerus. Dengan demikian, kebijakan yang diambil berdasarkan data yang objektif. \

Semoga ke depannya, masyarakat bisa semakin mendapat pencerahan tentang ekonomi atau keuangan syariah ini. Dan di sisi lain, para pemangku kepentingan ekonomi syariah bisa memunculkan inovasi yang menjadikan masyarakat mudah memahami ekonomi Syariah. (efs)

Referensi: Tabloid Kontan Edisis Khusus, Juni 2018


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh