Penjualan Es Krim Meningkat


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 02 Juni 2018 07:50:10 WIB | Artikel | 225 kali dibaca


Penjualan Es Krim Meningkat

Harian Kontan edisi 31 Mei 2018 dalam salah satu halamannya menurunkan berita dengan judul, “Ramadan, Penjualan Campina Meningkat 10%”. Campina adalah merek dagang es krim dari PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP). Penjualan yang naik 10% ini adalah dibandingkan dengan penjualan pada Ramadan tahun lalu. 

Kontan menyebut kenaikan sebesar 10% tersebut sebagai kenaikan penjualan yang apik. Pihak Campina melakukan antisipasi kenaikan permintaan ini dengan menyiapkan jalur distribusi lebih awal sebelum lebaran.  Campina mengharapkan terjadi kenaikan penjualan untuk tahun ini sebesar 8%. 

Ada yang menarik dari berita yang diturunkan Kontan ini. Yang pertama adalah permintaan es krim merek Campina pada bulan Ramadan mengalami kenaikan. Dan yang kedua Kontan menulis Campina dengan kode CAMP. 

Untuk yang pertama, kenaikan permintaan es krim pada bulan Ramadan adalah cerminan leisure economy yang merupakan fenomena ekonomi yang sudah dibahas oleh berbagai pakar ekonomi yang mengaitkan dengan generasi milenial. Di saat daya beli dinyatakan melemah oleh pengamat ekonomi, leisure economy mengalami peningkatan permintaan. Yang termasuk leisure economy di antaranya adalah makanan, minuman, travel, dan internet. 

Makanan, minuman, travel, dan internet adalah kebutuhan generasi milenial. Maka tak heran tempat-tempat makan dan minum banyak didatangi generasi milenial. Mereka menjadikan tempat makan dan minum sebagai portofolio kehidupan mereka. Bahkan ada yang menjadikan tempat untuk bekerja, atau ada yang menyebutnya sebagai co-working space. Karena bekerja di tempat demikian memang memberikan kenyamanan dan mampu menjadi tempat mencari inspirasi. 

Demikian pula dengan travel atau perjalanan wisata. Seiring pembenahan destinasi wisata oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan juga peran swasta dalam menyediakan destinasi wisata, generasi milenial menghabiskan sebagian waktunya untuk berwisata. Di sini bertemu antara supply dan demand. Supply adalah penyediaan tempat wisata dengan kualitas yang semakin baik, arsitektur dan desain yang menarik dan kekinian. Dan demandnya adalah para generasi milenial yang semakin banyak melakukan perjalanan wisata ke berbagai tempat. Selain itu kebutuhan internet generasi milenial juga semakin meningkat. Tak heran sepanjang bulan Ramadan terjadi kenaikan penggunaan data internet. 

 

Jadi, tidak heran jika  selama bulan Ramadan terjadi peningkatan penjualan es krim dan penjualan data internet.  Es krim dan internet sudah identik dengan konsumsi generasi milenial. Meskipun jumlah konsumsi mereka menurun dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari, di saat berbuka mereka bisa mengkonsumsi.

Untuk yang kedua, penulisan kode CAMP menunjukkan kode saham di bursa efek atau pasar modal. Campina sudah menjadi perusahaan publik. Sahamnya bisa dimiliki oleh publik atau masyarakat. Sehingga kinerjanya akan terus diupayakan memberikan hasil terbaik. Dan ini juga merupakan peluang bagi generasi milenial untuk memiliki saham Campina.

Dengan melihat uraian di atas, maka bagi produsen atau penjual/pedagang perlu memperhatikan tumbuhnya leisure economy ini sebagai sebuah peluang emas. Meskipun sempat dinyatakan daya beli melemah, tapi bagi generasi milenial mereka memiliki kemampuan mendorong ekonomi melalui leisure economy. Tak heran jika pertumbuhan ekonomi saat ini dan tahun sebelumnya berada pada kisaran 5%. Ada peran generasi milenial di sini memberikan kontribusi konsumsi mereka. (efs)

Referensi: Harian Kontan, 31 Mei 2018     


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh