Tokoh Sumbar Bersatu Dukung Keamanan Daerah


Post by Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(TITA SHANIA) | Posted on 17 Mei 2018 09:09:25 WIB | Berita Terkini | 122 kali dibaca


Tokoh Sumbar Bersatu Dukung Keamanan Daerah

Bertempat di Aula Gubernuran Sumbar, pada hari Rabu (16/05), sejumlah tokoh Sumbar bersama jajaran pemerintah daerah melakukan pertemuan dalam rangka menyikapi perkembangan situasi dan kondisi terkini yang melanda beberapa wilayah di Indonesia dalam sepekan ini.

Diantara tokoh yang hadir adalah dari MUI Sumbar, FKPT Sumbar, Majelis Mujahidin Indonesia, FPI, Muhammadiyah, NU, unsur Bundo Kanduang, Forum Masyarakat Minangkabau, juga ulama Sumbar Buya Mas'oed Abidin, serta unsur pemerintah daerah. Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Nazwir, SH, M.Hum. Menyikapi berbagai aksi teror yang terjadi di Surabaya pada awal pekan ini, beliau mengatakan pemerintah daerah sangat tidak menginginkan aksi serupa terjadi di Sumbar. Untuk itu, pihaknya menghimbau semua elemen bersama sama menjaga keamanan daerah, khususnya memasuki bulan Ramadhan 1439 H.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua MUI Sumbar, Ahmad Kosasih mengatakan tindakan tindakan yang bisa membahayakan masyarakat mesti diantisipasi secepatnya agar tidak menjalar ke Sumbar. Beliau juga mengatakan bahwa aksi aksi dengan menggunakan simbol Islam tersebut sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Islam, bahkan untuk berperang pun, Islam menerapkan etika dengan standar yang tinggi. Pihaknya juga meminta agar aparat keamanan segera mengungkap motif dan dalang aksi aksi tersebut.

Ormas ormas Islam dihimbau juga intensif mengadakan pertemuan sehingga berbagai persoalan yang terjadi dapat segera diatasi. Sebagaimana disampaikan oleh Buya Mas'oed Abidin, Sumbar hingga saat ini masih memiliki dua kekuatan yang saling menjaga yakni kekuatan agama dan adat, yang hingga saat ini masih memiliki peranan sangat strategis dalam menjaga kekompakan masyarakat Minang. 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim menuturkan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Beliau mengatakan, bahwa pertemuan antar ormas Islam sebaiknya menghadirkan Gubernur, Kapolda, Danrem serta jajaran Forkopimda lainnya agar langkah langkah mengatasi aksi teror dapat dikonkretkan. 

Di akhir pertemuan, dibacakan sebuah pernyataan sikap pemerintah daerah dan tokoh tokoh tersebut yang menolak dan mengecam aksi teror terhadap masyarakat, rumah ibadah maupun pihak keamanan karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama dan kemanusiaan. Para tokoh pun meminta masalah terorisme diselesaikan dengan menyeluruh dan melibatkan semua pihak.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh