Mengejar Potensi Pariwisata


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 23 April 2018 08:47:54 WIB | Artikel | 488 kali dibaca


Mengejar Potensi Pariwisata

Koran Sindo edisi 13 April 2018 di headlinenya menulis judul berita “RI Kejar Posisi Puncak Wisarta Halal”. Pada berita itu disebutkan bahwa Malaysia dan Singapura merupakan tujuan utama pasar wisata muslim dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang meliputi 130 negara di mana 48 negara adalah anggota OKI (Organisasi Kerja sama Islam) dan 82 negara bukan anggota OKI. Malaysia ada di urutan pertama untuk negara OKI dan Singapura juga di urutan pertama negara non OKI. 

Sementara Indonesia ada di urutan kedua bersama Uni Emirat Arab untuk negara OKI. Sedangan Thailand ada di urutan kedua untuk negara non OKI. Pemerintah menargetkan Indonesia ada di urutan pertama pada 2019. 

Adapun kriteria penilaian GMTI adalah akses masuk ke negara tujuan, komunikasi untuk menjangkau wisatawan, lingkungan, dan pelayanan. Persentase penilaian tersebut adalah, akses sebesar 10 persen, komunikasi 15 persen, lingkungan 30 persen, pelayanan 45 persen. Indonesia untuk kriteria komunikasi dan pelayanan ada di urutan kedua. Sedangan untuk akses dan lingkungan tidak masuk ke dalam 10 besar. 

10 negara non OKI yang merupakan tujuan terbanyak destinasi pariwisata adalah Singapura, Thailand, Inggris, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Afrika Selatan, Jerman, Prancis, dan Australia. Pasar wisata muslim global terus mengalami pertumbuhan, ini bisa dilihat dari jumlah wisatawan dari waktu ke waktu semakin menunjukkan kenaikan. Dua puluh lima juta di 2000, kemudian naik menjadi 98 juta di 2010, lalu naik menjadi 121 juta pada 2016, dan 131 juta pada 2017. Diperkirakan pada 2020 jumlahnya 156-158 juta. Sedangkan potensi uang yang dikeluarkan untuk wisata global ini pada 2020 sekitar 220 miliar dolar AS yang meningkat menjadi 300 miliar dolar AS pada 2026. 

Dengan melihat data di atas maka sudah sepantasnya pelaku UMKM yang terhubung dengan sektor pariwisata mempersiapkan diri menyambut datangnya wisatawan global maupun lokal ke Sumbar. Karena uang masuk yang jumlahnya cukup besar ini harus bisa menjadi peningkat taraf kesejahteraan masyarakat. Saying sekali jika potensi besar yang ada di depan mata ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. 

Dengan berbagai keunggulan pariwisata yang ada di Sumbar, maka Top 3 wisata halal Indonesia adalah Lombok (NTB), Sumbar, dan Nangroe Aceh Darusalam. Di mana target 2019 Indonesia akan menarik 5 juta wisatawan muslim global dan 242 juta wisatawan muslim nusantara. Sedangkan secara umum pada 2019 Indonesia akan menarik 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara. Ada pun pada 2018 Indonesia menargetkan menarik 17 juta wisatawan mancanegara dan 270 juta wisatawan domestik. 

Untuk itu pembenahan dan perbaikan kualitas pelaku pariwisata dan UMKM yang terkait pariwisata menjadi penting, agar para wisatawan tersebut tidak hanya sekali saja mengunjungi Sumbar, tetapi kembali lagi bersama temannya, keluarganya, maupun koleganya. Jika negara-negara lain sudah memiliki persiapan yang sangat serius menjaring wisatawan muslim, maka sudah selayaknya pelaku pariwisata dan UMKM pun serius menyambut datangnya wisatawan muslim maupun bukan. (efs)

Referensi: Koran Sindo, 13 April 2018

ilustrasi: freefoto.com


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh