HIKMAH TEMPAYAN


Post by Tenaga Artikel(Zakiah) | Posted on 26 Maret 2018 09:12:29 WIB | Artikel | 217 kali dibaca


HIKMAH TEMPAYAN

                                                         HIKMAH TEMPAYAN
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya, satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak.
Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu
hanya dapat membawa air setengah penuh.
Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun, si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya, tentu saja si tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna.
Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang
seharusnya ia dapat berikan.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya".
"Mengapa?" tanya si tukang air, "Mengapa kamu merasa malu?" "Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya
dapat saya bawa, adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita, karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi."
Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, Aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan".
Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.
Benar ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, "Lihatlah
karena air yang dari retakanmu, kamu memberikan kehidupan bagi bunga-bunga itu selama dua tahun, dan bukit ini indah karena bunga yang hidup dari air retakanmu" kata si tukang air kepada tempayan yang retak.
Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri, kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau dan mampu melihat lebih dalam, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu.
Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu.
Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana bukti keindahan ciptaan Tuhan.
Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita akan menemukan kekuatan kita.Wallahu a'lam bishowab.(SZ).


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh