Legislator Minta Pertamina Berikan Solusi Kelangkaan Solar


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 24 Maret 2018 22:46:05 WIB | Berita Terkini | 386 kali dibaca


Legislator Minta Pertamina Berikan Solusi Kelangkaan Solar

Padang, - Ketua Komisi III DPRD Sumatera Barat meminta PT Pertamina memberikan solusi dari kelangkaan solar yang terjadi di daerah itu sejak Kamis (22/3) yang berdampak pada perekonomian masyarakat.


"Kami meminta Pertamina agar menurunkan jatah bahan bakar solar bersubsidi kepada masyarakat dan jangan ditahan-tahan sehingga terjadi kelangkaan seperti ini," kata dia ketika dihubungi dari Padang, Jumat. 


Politisi Golkar itu mengakatakan salah satu yang penyebab terjadinya kelangkaan karena maraknya penjualan bahan bakar bersubsidi itu dari SPBU ke jeriken sehingga hal tersebut membuat jumlah ketersediaan semakin berkurang.


"Apabila terjadi kelangkaan seperti ini sebaiknya stok yang ada diturunkan agar tidak mengganggu kestabilan masyarakat," katanya.


Selain itu Pertamina harus melakukan pengawasan ketat kepada operator nakal yang menjual bahan bakar subsidi seperti solar dan premium melalui jeriken.


"Kalau tidak ada pengawasan tentu hal ini terus berlangsung, setelah stok diturunkan hendaknya mereka tegas menindak hal tersebut," kata dia.


Sementara Ketua Komisi II DPRD Sumatera Barat Yuliarman mengatakan yang paling dirugikan dalam kelangkaan ini adalah masyarakat miskin seperti nelayan yang membutuhkan solar untuk mencari penghidupan di laut.


"Kami meminta ada koordinasi antara pemerintah provinsi dengan Pertamina agar persoalan ini tidak lagi terjadi," kata dia.


Menurut apabila pemerintah daerah dilibatkan dalam pengawasan bahan bakar tentu dapat dibentuk sebuah perda tentang pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi di daerah ini. 


"Kami melihat memang ada celah bagi perusahaan atau angkutan transportasi milik perusahaan besar menggunakan bahan bakar bersubsisdi karena perusahaan cenderung meminimalkan biaya angkut dengan memilih bahan bakar bersubsidi," kata dia.


Sebelumnya kalangan nelayan di Muaro Kota Padang, Sumatera Barat terancam tidak melaut karena pasokan bahan bakar minyak jenis bio solar tersendat sejak beberapa hari terakhir.


"Kini kapal-kapal nelayan yang membutuhkan bahan bakar terpaksa merapat di Muaro Padang memunggu bahan bakar karena sejak empat hari terakhir tidak datang," kata Ketua Kelompok Nelayan Kapal Ikan (KNKI) Muaro Padang Anjang.


Menurut dia kebutuhan setiap kapal itu sebanyak 800 liter untuk melaut selama dua pekan sedangkan dalam anggota yang ada di dalam kelompok KNKI ada 12 kapal.


"Kami sudah melaporkan hal ini kepada Pertamina, Dinas Perikanan Kota Padang dan DKP Provinsi namun belum jelas tindaklanjutnya," kata dia.*publikasi.(dprd.sumbarprov.go.id)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh