Komisi V minta Dinas terkait lakukan pengawasan terhadap jajanan sekolah


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 14 Maret 2018 07:46:17 WIB | Berita Terkini | 780 kali dibaca


Komisi V minta Dinas terkait lakukan pengawasan terhadap jajanan sekolah

PADANG, - Anggota Komisi V DPRD Sumbar Saidal Masfiyuddin, meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap jajanan anak sekolah terutama yang berbentuk permen. Hal tersebut tegaskannya untuk menindak lanjuti seorang bocah  8 tahun asal Kota Solok dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang diduga terindikasi memakan permen atau yang mengandung obat-obat tertentu.

"Kita tidak pernah mengetahui, apa kandungan dalam permen yang dijual bebas di lingkungan luar sekolah. Jika tidak dilakukan pengecekan oleh dinas terkait, maka tidak menutup kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, untuk memasuki unsur narkotika, " ujarnya saat ditemui, Selasa (13/3).

Menurutnya, unsur terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 

juga harus mengfokuskan melakukan pengawasan ke tingkat jajanan sekolah, menurutnya, BPOM selama ini masih mengfokuskan pengawasan ke tingkat pasar, sedangkan untuk jajanan sekolah masih lemah, pengawasan pada tingkat sekolah penting karena menyangkut generasi penerus. 

"Kita tidak bisa menutup kemungkinan tentang bahaya Narkoba. Jika tidak ada pengawasan yang ketat terhadap peredaran barang haram tersebut. Maka, akan mengancam anak dibawah umur, "katanya. 

Dikatakannya, yang sangat perlu diawasi sekali adalah jajanan yang dijual diluar lingkungan sekolah karena sangat rentan disusupi zat-zat yang mengandung narkoba, pemerintah pusat dan daerah telah berkomitmen untuk memerangi narkoba, untuk memaksimalkan hal tersebut, sinergi dengan niniak mamak, bundo kanduang dan alim ulama harus dilakukan. 

Dewan fraksi Golkar tersebut menambahkan, jika telah jatuh korban pihak kepolisian harus melakukan pengusutan secara tuntas, hal tersebut dilakukan agar memberikan efek jera terhadap oknum tersebut. Kejahatan narkoba menjadi telah menjadi musuh bersama untuk itu perlu peranan seluruh elemen dalam memberantas peredaran narkotika itu. 

Sementara itu, anggota Komisi V lainnya Saiful Ardi mengungkapkan apapun permasalahan yang meresahkan masyarakat, pemerintah harus ada dalam hal pengawasan, pada zaman sekarang banyak modus untuk penyebaran narkotika, termasuk dalam jajanan sekolah. 

Ia mencontohkan, ada warung sekitar sekolah ketika minumannya dituang ulang di plastik kemudian ditambahkan narkoba. Meski, ia mengakui ini lebih sulit untuk melacaknya karena tidak bisa tes dari kemasan aslinya karena sudah dipindahkan ke plastik.

"Tetapi misalnya masyarakat mencurigai bahwa produk tersebut mengandung bahan berbahaya atau obat maka BPOM siap menerima untuk mengujinya," katanya. *Publikasi.(dprd.sumbarprov.go.id)

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh