Perkembangan Desa Berlistrik


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 11 Maret 2018 13:25:11 WIB | Artikel | 584 kali dibaca


Perkembangan Desa Berlistrik

Dari Koran Sindo edisi 5 Maret 2018 dengan judul “Pemerintah Genjot Proyek Listrik 35.000 MW: Hingga Februari 2018, 1.362 MW Telah Beroperasi”,  terungkap bahwa untuk membangun daerah tertinggal, terluar, terdepan, yang sulit dijangkau seperti Mentawai, Nias dan Kepulauan Riau menyebabkan biaya pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah tersebut cukup besar. PLN wilayah Sumatera telah mengalokasikan 3,1 triliun rupiah khusus untuk terciptanya desa berlistrik yang merupakan instruksi pemerintah.

Ada pertambahan desa berlistrik di Indonesia, pada 2015 jumlahnya 70.391. meningkat menjadi 72.141 pada 2016. Dan hingga Oktober 2017 meningkat kembali menjadi 74.074. Ini perlu diapresiasi, karena terjadi pertambahan yang cukup signifikan, di tengah sulitnya mewujudkan desa berlistrik di seluruh Indonesia.

Jika mengacu pada roadmap penambahan desa berlistrik hingga tahun 2019, maka pada 2017 jumlahnya 5.457 desa. Kemudian pada 2018 5.053 desa. Dan pada 2019 3.975 desa.  

Untuk Sumatera, dilakukan penyediaan genset untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Memang sangat mahal. Tapi itulah yang terbaik bisa dilakukan. Biaya operasionalnya tinggi. Biaya pokok produksi (BPP) listrik yang menggunakan genset dengan bahan bakar minyak adalah Rp2.600 per kWh. Jauh lebih besar dibanding BPP yang menggunakan batu bara yang hanya Rp900 per kWh. Sedangkan BPP rata-rata untuk wilayah Sumatera adalah Rp1.685 per kWh.  

Untuk menambah jumlah desa berlistrik di seluruh Indonesia, pemerintah mengeluarkan program proyek penambahan daya listrik 35.000 MW. Hingga Februari 2018 pembangkit listrik yang telah beroperasi 1.362 MW, dan yang sedang tahap konstruksi 17.116 MW.

Dalam penyediaan listrik tersebut ada dua pihak yaitu pembangkit listrik PLN dan Independent Power Producer (IPP).  896 MW dari 1.362 MW dihasilkan oleh IPP. 466 MW oleh PLN. Dari 1.362 MW, di Sumatera telah beroperasi pembangkit sebesar 455 MW.

Sementara itu, dari 17.116 MW yang sedang tahap konstruksi, 11.459 MW merupakan bagian IPP, dan 5.657 MW bagian PLN.  12.693 MW sudah berkontrak, belum konstruksi. 3.564 MW dalam tahap pengadaan. 1.245 MW dalam tahap perencanaan.

Semoga dengan perkembangan proyek listrik 35.000 MW dalam rangka penambahan jumlah desa berlistrik mampu berkontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi. Dan berbagai kesulitan dalam membangun  infrastruktur kelistrikan di wilayah terpencil bisa terselesaikan satu persatu. (efs)

   

Referensi: Koran Sindo, 5 Maret 2018  

ilustrasi: freefoto.com


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh