Penangguhan Kenaikan Harga BBM dan TDL


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 28 Februari 2018 18:41:51 WIB | Artikel | 839 kali dibaca


Penangguhan Kenaikan Harga BBM dan TDL

Pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga BBM dan TDL hingga akhir tahun 2019. Keputusan ini sebagai sebuah sikap merespon daya beli masyarakat yang dianggap perlu dipertahankan atau dipulihkan. Ini disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. Premium dengan kadar oktan 88 dan solar tidak akan dinaikkan harganya. Di sisi lain para pengamat sudah menyebut kebijakan ini sebagai sikap menghadapi tahun politik 2018 dan 2019.

Pada 2018 subsidi untuk BBM dan elpiji adalah 46,9 triliun rupiah, dan subsidi listrik 47,7 triliun rupiah. Total subsidi energy 94,53 triliun rupiah. Sementara itu asumsi rupiah pada APBN 2018 adalah 13.400 rupiah untuk satu dolar AS. Dan dalam kenyataannya nilai rupiah melemah terhadap dolar AS sehingga kemungkinan aka nada tambahan subsidi energy di APBN 2018.

Sejenak melihat sejarah harga BBM, pada 2014 subsidi BBM 46,79 triliun rupiah. Kemudian pada 2015 menjadi 14,90 triliun rupiah. Pada 2016 turun menjadi 14,06 triliun rupiah. Lalu pada 2017 menjadi 7,15 triliun rupiah. Maka pada 2018 kenaikannya sangat signifikan.

Sedangkan subsidi listrik, pada 2014 99,30 triliun rupiah. Kemudian menjadi 58,60 triliun pada 2015. Pada 2016 pada posisi 58,04 triliun rupiah. Dan pada 2017 menjadi 20,42 triliun rupiah. Dan pada 2018 kenaikannya lebih dua kali lipat. Ini merupakan sebuah keberpihakan pemerintah. Terlepas dari urusan politik.

Jika melihat harga minyak dunia yang telah menembus 60 dolar AS per barel, jelas telah melampaui nilai yang ditetapkan APBN 2018 yaitu 48 dolar AS per barel.

Dengan melihat data di atas, di satu sisi perlu diapresiasi kebijakan pemerintah yang kembali memberi porsi subsidi BBM dan Listrik cukup besar. Mudah-mudahan signifikan membantu masyarakat yang hidupnya tergantung kepada BBM untuk berkendara maupun listrik untuk rumah tangga.

Secara kasat mata terlihat kini lebih banyak pengguna motor yang mengisi BBM dengan jenis pertalite dan pertamax. Namun jangan dilupakan bahwa masih banyak mereka yang butuh premium dan solar, karena bagi mereka perubahan harga premium dan solar sangat signifikan terhadap kehidupan mereka. 

Jika didukung dengan pemberian PKH yang cukup banyak jumlahnya pada 2018, semoga ini juga berdampak positif kepada penguatan daya beli masyarakat. (efs)

Rerferensi: Bisnis Indonesia, 6 Maret 2018 

ilustrasi: freefoto.com


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh