KEUNGGULAN MENGGUNAKAN BENIH BERSERTIFIKAT


Post by Diskominfo(Desi Marlinda) | Posted on 14 Februari 2018 10:26:16 WIB | Berita Terkini | 106 kali dibaca


KEUNGGULAN MENGGUNAKAN BENIH BERSERTIFIKAT

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - 13/02/2018

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mendorong petani setempat untuk menggunakan benih padi unggul bersertifikat guna meningkatkan produksi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Solok Selatan Nurhamidah, di Padang Aro, Selasa, mengatakan pada 2017 baru 118.754 kilogram benih bersertifikat yang digunakan petani sedangkan sisanya 425.415 kilogram lagi benih unggul tetapi tidak memiliki sertifikat.

"Baru 22 persen petani menggunakan benih sertifikat dan untuk meningkatkan produksi gabah kami terus mendorongnya untuk menggunakan bibit unggul bersertifikat," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tahun ini akan menyalurkan 25 ton benih bersertifikat yang bersumber dari APBN bagi kelompok tani kabupaten itu.

Selain itu melalui APBD juga ada bantuan benih bersertifikat bagi kelompok cetak sawah baru 2017 sebanyak 1.625 kilogram.

Dia mengatakan, Solok Selatan saat ini memiliki lima kelompok penangkar benih dengan jenis padi yang dikembangkan Junjuang dan Bawaan.

Benih yang disediakan lima penangkar ini memang belum bisa memenuhi kebutuhan Solok Selatan sehingga benih jenis lain seperti anak daro, cisokan, caredek masih didatangkan dari Kabupaten lain.

"Kendala kami di Solok Selatan karena masyarakat tidak mau menjual padi sehingga penangkar hanya mengandalkan hasil dari lahan kelompoknya," kata dia.

Kebiasaan petani di Solok Selatan katanya, menanam padi dari bibit yang sama berulang-ulang sehingga mempengaruhi produksi mereka.

Selain itu sulit dan mahalnya benih berkualitas menyebabkan petani kurang berminat untuk menggunakan benih bersertifikat. 

"Sekarang sudah ada asosiasi penangkar sehingga untuk mendapatkan benih bersertifikat lebih mudah sebab mereka terhubung dengan penangkar daerah lain," ujarnya.

Di Solok Selatan saat ini juga sudah ada nagari mandiri benih di Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, tahun ini menargetkan produksi padi sebesar 158.800 ton naik sebesar 6.609 ton dibandingkan 2017 yang hanya 152.191 ton.

Sedangkan produksi gabah kering Solok Selatan pada 2017 hanya mencapai 97,08 persen atau sebanyak 147.747 ton dari target 152.191 ton.

Untuk target tanam dan panen pada 2017 juga tidak tercapai dimana target tanam seluas 27.773 hektare sementara realisasinya hanya 27.342 hektare, atau 98,45 persen.

Sedangkan panen ditargetkan seluas 27.762 hektare hanya tercapai 27.330 hektare atau hanya 98,44 persen. 

sumber:websolsel


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh