Dua Petugas TPR Ditangkap Saber Pungli, Wawako Solok Angkat Bicara


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 03 Februari 2018 17:48:09 WIB | Berita Terkini | 160 kali dibaca


Dua Petugas TPR Ditangkap Saber Pungli, Wawako Solok Angkat Bicara

Solok, 3 Februari 2018

Wakil Walikota Solok, Reinier Dt Intan Batuah akhirnya menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua petugas Pos Retribusi Terminal Truk (PRTT) Dinas Perhubungan Kota Solok. Reinier menegaskan Pemko Solok tidak akan melakukan pembelaan kepada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjaring OTT oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan risiko yang harus ditanggung, karena sebelumnya Pemko Solok sudah mewanti-wanti dan mensosialisasikan kepada seluruh ASN di Pemko Solok.

"Pemko tidak akan melakukan pembelaan. Tidak ada ceritanya, karena kalau kita membela yang salah, kita juga salah. Biarlah pahit, tapi ini akan menjadi pembelajaran bagi yang lain. Kalau kita bela, maka akan tumbuh pelanggaran-pelanggaran lain. Saber Pungli sudah digebyarkan, bahkan hingga ke tingkat nasional," ungkapnya.

Reinier juga menegaskan Pemko Solok menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke ranah dan mekanisme hukum. Menurutnya, Pemko Solok tidak akan melakukan intervensi terhadap proses yang dilakukan penegak hukum. 

"Kita serahkan pada proses dan mekanisme hukum yang berlaku. Pelajaran bagi yang lain, agar tidak main-main dalam bertugas," lanjutnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kota Solok yang dipimpin oleh Ketua UPP Saber Pungli, Kompol Sumintak, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua petugas TPR/PRTT Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solok, Rabu (31/1) sekitar pukul 04.00 WIB. Dari OTT di TPR yang berada di depan Terminal Regional Bareh Solok itu, tim Saber Pungli menangkap dua petugas, JF (20) dan IS (50). Kedua petugas tersebut ditangkap saat memungut retribusi terhadap truk yang melewati jalan Lintas Sumatera depan TRBS, dengan modus tidak menyerahkan karcis/tiket pembayaran.

Tim Saber Pungli mengamankan barang bukti berupa uang tunai hasil retribusi Rp 3.697.000,-. Kemudian blangko setoran yang sudah diisi jumlah nominalnya sebesar Rp 2.700.000,-, serta empat bundel sisa karcis retribusi. 

OTT ini berawal dari informasi sopir truk yang mengaku membayar retribusi, namun tanpa diberi bukti penyerahan setoran/karcis. Dari informasi itu, Tim Saber Pungli lansung melakukan penyelidikan dan pengintaian di Pos TPR. Tim mendapati dua orang petugas TPR yang mengutip retribusi tanpa menyerahkan bukti setoran. Kedua pelaku hanya bisa pasrah saat ditangkap.

"Kedua pelaku sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, berikut barang bukti yang ditemukan dalam Pos TPR," ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan di Mapolres Solok Kota, Kamis (1/2).

Dijelaskan Dony Setiawan, Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tersangka dan dihubungkan dengan barang bukti yang ada, akhirnya kedua pegawai ini mengakui telah melakukan pungutan sebesar Rp 3.697.000 dari tanggal 30 s/d 31 Jan 2018. 

"Tersangka sengaja mengisi blangko setoran senilai Rp 2.700.000 untuk diserahkan kepada bendahara penerima. Sedangkan sisanya yang dipungut tanpa karcis sebesar Rp  997.000 akan dibagi rata oleh terduga tersangka untuk keperluan pribadi," jelas Dony didampingi Wakpolres Kompol Sumintak dan Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino.

Dony menyatakan kedua tersangka tidak ditahan karena sesuai peraturan, baranng bukti di bawah Rp 5 juta tidak dilakukan penahanan.

Sumber : kantorberitathetarget.com


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh