DPRD Sumbar bantah siswa kota padang mudah terpengaruh paham radikal


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 01 Februari 2018 09:35:37 WIB | Berita Terkini | 383 kali dibaca


DPRD Sumbar bantah siswa kota padang mudah terpengaruh paham radikal

PADANG,- Seiring dengan ekspose hasil penelitian Maarif Institute yang menyebutkan Kota Padang sebagai salah satu daerah tempat berkembangnya paham radikalisme melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah, Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Achiar melihat, itu tidaklah benar pelajar di Kota Padang mudah terpengaruh aliran radikal.

"Negara kita ini kan pancasila. Pancasila itu ketuhanan yang maha esa. Kalau semua pihak betul-betul memahami pancasila, tak ada yang dipersoalkan. Apa yang mau disebut radikal. Soal kegiatan ekstarkulikuler di sekolah atau penerapan ibadah umat Islam, kan itu agama masing-masing. Soal ibadah agama lain, silakan mereka juga menjalaninya," ujar Akhir saat ditemui, Selasa (30/1).

Dikatakannya , secara teknologi mungkin benar jika para pelajar mudah terpengaruh. Namun kalau dihubungkan dengan paham radikal, ia melihat tak ada indikasi pelajar di Kota Padang  mengarah ke sana.Buktinya tidak ada ditemukan pelajar yang memang terjerumus paham radikal. 

Dikatakannya Achiar, ia berharap jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan kajian terkait persoalan yang ada di tengah masyarakat Sumbar hendaknya diikuti dengan data yang valid. Tujuannya agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

"Kita ini kan Indonesia, penuh dengan keberagaman. Jika ada sistem yang berbeda diterapkan terkait tatanan sosial masyarakat dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah, seperti di Sumbar banyaknya kegiatan ekstrakulikuler itu adalah hal yang biasa," tegasnya. 

Sebelumnya, ekspose hasil penelitian Maarif Institute yang menyebutkan Kota Padang sebagai salah satu daerah tempat berkembangnya paham radikalisme melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah, menuai komentar kritis Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Menurutnya, survei tersebut diragukan karena tidak menyertakan bukti dan data yang jelas.

Menurutnya, tidak benar paham radikalisme dapat berkembang di kalangan pelajar melalui media kegiatan ekstrakurikuler. 

“Itu tidak benar, apalagi dikatakan itu terjadi di Padang. Saya melihat justru sebaliknya. Pelajar di Sumbar khususnya Padang mengikuti kegiatan ekskul yang bagus secara konsep. Itu terbukti dengan banyaknya pelajar yang menuai prestasi di luar prestasi sekolah. Ada pelajar kita yang hapal Alquran,” sebut Irwan.

Selain itu, secara garis besar, Irwan menilai tingkat kepatuhan pelajar di Sumbar kepada orangtua dan kesopansantunan terpupuk bagus. Sikap-sikap seperti itu diyakini dapat melindungi pelajar dari keterpaparan terhadap paham radikalisme. “Tidak perlu risau atau cemas atas hasil penelitian Maarif Institute itu, karena hasil penelitian ini belum tentu betul. Karena, tidak didukung dengan data yang benar. Kita perlu data yang benar, bukan percaya kepada sesuatu hal dengan bukti yang sedikit seperti itu. Untuk itu, saya tidak sepakat dengan hasil penelitian ini," tegasnya.

Dalam rilisnya, Maarif Institute menyebut, pelajar sekolah menangah atas di Padang paling mudah terhasut ideologi radikal, menurut penelitian Maarif Institute. Selain Padang, pelajar dari daerah , Sukabumi, dan Solo juga dianggap paling mudah terhasut. Selain faktor sejarah yang mengaitkan tiga kota tersebut sebagai kampung halaman sejumlah pelaku tindak terorisme, radikalisme disebut menyusup ke para pelajar melalui kegiatan ekstrakurikuler. *Publikasi.(dprd.sumbarprov.go.id)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh