Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2018


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 31 Januari 2018 15:54:45 WIB | Artikel | 1210 kali dibaca


Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2018

Harian Bisnis Indonesia edisi 20 Januari 2018 di halaman 12 memuat berita dengan judul “Konsumsi Rumah Tangga: Ekonomi Sumbar Diprediksi Tumbuh 5,5%”. Angka ini dipaparkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar yang menyebut pertumbuhan ekonomi Sumbar ada di kisaran 5,1 – 5,5 %.

Sementara itu, masih di berita yang sama dipaparkan pernyataan Gubernur Sumbar yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Sumbar mencapai 6,26 persen. Gubernur memaparkan bahwa angka pertumbuhan sebesar itu bisa dicapai dengan perluasan lapangan kerja di sektor pertanian, investasi sektor pariwisata dan lainnya.

Jika melihat sektor pariwisata, memang sangat menjanjikan, bahkan multiplier effect sektor pariwisata ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di mana seluruh kota/kabupaten di Sumbar sangat antusias dengan sektor pariwisata. Dan juga didukung oleh Pemerintah Pusat.

Sektor pariwisata juga banyak melibatkan UMKM. Dari transportasi, oleh-oleh, cinderamata, penginapan, kuliner, jajanan, melibatkan banyak tenaga kerja. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten maka sudah seharusnya masyarakat akan mengalami peningkatan kesejahteraan, terutama mereka yang memiliki kaitan langsung dengan pariwisata.

Jika masyarakat semakin banyak dan semakin merasakan dampak positif kemajuan sektor pariwisata maka akan terjadi peningkatan pendapatan. Dari peningkatan pendapatan akan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Sumbar.  

Selain konsumsi rumah tangga, yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Sumbar seperti dinyatakan oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar adalah kinerja ekspor  dan investasi.

Kepala Perwakilan BI Sumbar menyarankan agar pemerintah daerah mendorong terbukanya investasi yang akan membuka lapangan kerja baru dan juga memudahkan regulasi.

Saran untuk memudahkan regulasi ini selaras dengan pesan Presiden Joko Widodo agar pemerintah daerah mempercepat perizinan dan memudahkan orang untuk berusaha. Dengan demikian, nampaknya antara pemerintah pusat, BI dan pemerintah provinsi sudah memiliki kesamaan garis kebijakan atau sudut pandang. Tinggal dilaksanakan. Karena hal tersebut merupakan hajat hidup rakyat agar mereka bisa lebih baik kehidupannya.

Satu hal yang sepertinya cukup membantu dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi Sumbar adalah angka indeks kebahagiaan penduduk Sumbar sebesar 72,43 yang berada di urutan ke sepuluh dari 34 provinsi. Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Jika indeks kebahagiaan ini dianggap kenaikan dalam kebahagiaan masyarakat, maka mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi Sumbar pun akan meningkat. Meskipun sebenarnya indeks kebahagiaan ini berbeda dengan indikator ekonomi yang bisa dilihat secara fisik datanya. Karena ketika angka indeks kebahagiaan masyarakat Sumbar sempat turun beberapa tahun lalu bukan berarti mereka juga mengalami penurunan kesejahteraan. (efs)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh