Kala Kutu Buku bisa menjadi Introvert


Post by Dinas Kearsipan dan Perpustakaan(ROMI ZULFI YANDRA, S.Kom) | Posted on 19 Januari 2018 11:27:00 WIB | perpustakaan | 173 kali dibaca


Kala Kutu Buku bisa menjadi Introvert

Perlu batasan terhadap kebiasaan hobi membaca. Umumnya orang yang gemar membaca akan menghabiskan banyak waktu dengan buku. Mereka lebih memilih berdiam diri di tempat yang menawarkan banyak pilihan buku untuk di baca. orang dengan kebiasaan seperti ini sering disebut kutu buku.

Seperti terlihat di lantai II Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, cukup ramai pengunjung. Disalah satu pojok meja yang dibatasi dengan sebuah tiang penyangga besar, tampak seorang wanita berbaju orange asyik membolak-balik buku yang sudah dipilihnya dari rak. Tumpukan buku tersebut tampak sedikit berantakan.

Rahayu Gustina, 20, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNP itu terlihat serius membaca. Ia datang ke perpustakaan karena ingin membaca sekaligus menemani temannya mencari referensi untuk bahan skripsi.

“Saya memang sering mengunjungi tempat ini. Selain membaca banyak buku, tempat nyaman dan bersih dan tak kalah pentingnya tidak  perlu membayar,”sebut Ayu-panggilan akrab Rahayu Gustina ini.

Membaca ini hobinya sejak kecil. Oleh karena itu, ia kerap dipanggil dengan sebutan Äyu sikutu buku”. Baginya hal ini tidak jadi persoalan. “Di rumah saya juga suka baca buku. Jadi, lebih banyak diam di kamar sambil baca-baca. Kalau ada waktu libur, saya lebih senang main kesini atau toko buku. Makanya, banyak yang panggil “Ayu kutu buku”, ungkap wanita yang tinggal di kawasan Jati itu.

Disudut lain, terlihat Melinda Yosefina, 21, juga asyik mengembangkan sebuah buku didepannya. Namun tangannya tak berhenti mengutak-atik ponsel genggam, Ia yang saat itu mengenakan hijab hitam tak menyadari kehadiran Padang Ekspres yang duduk disebelahnya.

Pertama kali dipanggil tidak menyebut. Setelah dicolek, kemudian ia menoleh dan tersenyum.

Menyadari ada orang lain disebelahnya. Kepada Padang ekspres ia mengaku sengaja datang ke perpustakaan untuk mencari tugas mata kuliahnya. Namun, ia tidak bisa melepas gadget-nya karena sibuk membalas pesan dari temannya di whatapp. Hal iniu sudah biasa baginya. Bahkan saking asyiknya bermain gadget, ia lupa tujuannya datang ke perpustakaan.

“Kalau Cuma mengandalkan di internt referensinya tidak lengkap. Jadi tetap harus ke perpustakaan. Tapi kebiasaan main handphone ini tidak bisa ditinggalkan,”keluhnya.

Terpisah, Sosiolog Universitas Andalas (Unand) Indradin menilai kutu buku merupakan istilah yang ditujukan kepada orang yang rajin membaca. Tetapi tidak berlebihan yang menyebabkan ia menjadi pribadi introvert (tertutup, red)

Saat ini, istilah kutu buku tidak lagi sebanyak dulu. Sebaliknya, kutu gadget sering dijumpai di perpustakaan. Mereka yang akan membaca tetapi tidak dapat melepas diri dari smartphone.”

Orang dengan kondisi demikian akan mengalami masalah dengan sosialnya. Mereka akan terkucilkan dari sosial karena dianggap tidak peduli pada lingkungan dan dicap sebagai pribadi yang sombong.

Lebih senang dengan kehidupan sendiri dan mengurangi sosialisasi. “Peran keluarga dibutuhkan dalam memberi pengertian dan batasan yang jelas terhadap kebiasaan tersebut. Agar hobi membaca tidak menjauhkan seseorang dari lingkungan sosial. Serunya.

Mengajak mereka beraktivitas di luar dan bersosialisasi dengan lingkungan adalah cara yang tepat selain memberi aturan yang jelas dalam penggunaan gadget. Seperti bermain dan berkunjung ke rumah tetangga. Ïni membantu mereka untuk lebih peduli dan tidak menjadi pribadi yang tertutup,, ujarnya ketika ditanya via telepon. Novitri Silvia, Sumber : Padang Ekspres, Kamis, 18 Januari 2017


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh