PROFIL KTM (Kota Terpadu Mandiri) LUNANG SILAUT KAB.PESSEL


Post by Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Saiful Bahri) | Posted on 23 September 2013 08:36:58 WIB | Artikel | 6218 kali dibaca


PROFIL KAWASAN KTM (Kota Terpadu Mandiri) LUNANG SILAUT KAB.PESSEL


I. Gambaran Umum

Kawasan Lunang Silaut terletak di bagian selatan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dan secara administrasi meliputi 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Lunang Silaut, Kecamatan Basa IV Balai Tapan dan Kecamatan Pancung Soal. Kawasan Lunang Silaut secara konteks regional posisinya sangat strategis untuk dikembangkan menjadi kawasan pengembangan baru karena terletak pada wilayah perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jambi.

II. Letak Geografis.

Secara geografis kawasan Lunang Silaut terletak pada 2º 05', 7' - 2º 28', 6" LS dan 101º 00' - 101º 12' 3" BT. Dengan luas wilayah sebesar 56.984 Ha. Dan batas-batas administratif wilayah Lunang Silaut adalah sebagai berikut:

• Sebelah Utara: Kecamatan Pancung Soal dan Kecamatan BB Tapan

• Sebelah Timur: Provinsi Jambi

• Sebelah Barat: Samudera Indonesia

• Sebelah Selatan: Provinsi Bengkulu

Kawasan Lunang Silaut secara administrasi meliputi 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Lunang Silaut, Kecamatan Basa IV Balai Tapan dan Kecamatan Pancung Soal.

III. Sosial Kependudukan

Kawasan Kota Terpadu Mandiri Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan mencakup Kecamatan Lunang Silaut. Sedangkan jumlah desa yang masuk dalam Kawasan Kota Terpadu Mandiri Lunang Silaut yaitu sebanyak 25 desa, yang terdiri dari 12 desa eks UPT (Unit Permukiman Transmigrasi), 13 desa lokal.

Desa berdasarkan Nagari di dalam kawasan Lunang Silaut

Nagari Lunang Silaut (SKP.1)

1. Tanjung Baringin (Lunga I)

2. Talang Sari (Luang 2)

3. Tanjung Sari (Luang 3)

4. Talang Medan

5. Kumbung Satu

6. Kumbung Tiga

7. Empang Tanah

8. Sungai Tabun

9. Lubuk Sitepung

10. Pdk.Pematang

11. Rantau Ketaka

12. Medan Jaya

13. Ps.Lamo Kumbung

14. Kumbung (UPT Bina)

Nagari Silaut (SKP 2)

1. TSM Silaut.II

2. Taman Makmur (Silaut.I)

3. Tanjung Makmur (Silaut.2)

4. Mekar Sari (Silaut 3)

5. Suka Maju (Silaut 4)

6. Silaut 5 (UPT Bina)

7. Silaut 6 (UPT Bina)

8. Silaut

9. Sungai Serik

10. Sembungo

11. Sindang (UPT Bina)

Desa-desa eks UPT di Kawasan Lunang Silaut telah berkembang menjadi desa-desa definitif, bahkan telah ada yang berkembang menjadi kota kecamatan. Desa Tanjung Baringin (Lunang 1) merupakan Ibukota Kecamatan Lunang Silaut. Saat ini desa-desa eks UPT di Kawasan Lunang Silaut telah menjadi salah satu sentra penghasil kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan.

Desa yang berpengaruh terhadap kawasan Lunang Silaut meliputi desa :

 Lunang Silaut (12 desa 3 UPT)

 Basa IV Balai Tapan (13 desa)

 Pancung Soal (1 desa + 1 UPT)

Berdasarkan hasil identifikasi dan deliniasi, Kawasan Lunang Silaut mencakup wilayah daratan seluas 122.782 Ha atau hanya sekitar 49,5% dari total luas Kecamatan tersebut dengan rincian :

• Kecamatan Lunang Silaut : 74.165 Ha

• Kecamatan Basa IV Balai Tapan : 17.175 Ha

• Kecamatan Pancung Soal : 31.442 Ha.

IV. Komoditas

Tanaman pangan dan palawija meliputi : jagung, kacang tanah, kacang kedelai, ubi jalar dan ubi kayu, Tanaman sayuran meliputi : kacang panjang, mentimun, terong dan cabe, Tanaman buah meliputi : rambutan, nangka, pisang, jeruk dan sawo, Tanaman perkebunan/industri meliputi : kelapa sawit, coklat dan kelapa serta tanaman kayu-kayuan hutan.

V. Pemberdayaan Lahan

Kawasan Lunang Silaut merupakan permukiman transmigrasi pola TUPS. Selama lebih dari 6 tahun mereka gagal membangkitkan ekonomi wilayah berbasis pangan. Kendalanya adalah gambut tebal dan kadang juga belum matang.

Lebih dari 60% kawasan budidaya hanya 40%. Lebih dari separuh dari kawasan budidaya itu merupakan konsesi swasta, yang semula bergerak di bidang HPH, kini bergerak di bidang perkebunan. Pada tahun 1996/1997 swasta itu sudah mulai menanam kelapa sawit.

Praktek penanaman kelapa sawit itu kemudian ditiru oleh masyarakat meski ketika itu mereka belum tahu apakah sudah ada PKS atau belum. Dalam waktu relatif pendek masyarakat transmigran maupun masyarakat di desa lokal melakukan penanaman kelapa sawit secara swadaya. Bahkan mereka ternyata berhasil menanam kelapa sawit pada lahan bergambut tebal. Meski kadang tegaknya menjadi agak miring, namun kelapa sawit itu tetap produktif. Masyarakat di Lunang Silaut memiliki "Kesadaran melakukan pemupukan kelapa sawit" sehingga mutu tanaman rata-rata di Lunang Silaut jauh lebih baik

 


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh