Degradasi Moral Harus Diperangi Secara Dini


Post by Diskominfo(Desi Marlinda) | Posted on 18 Januari 2018 08:34:17 WIB | Berita Terkini | 755 kali dibaca


Painan, 17 Januari 2018

Ancaman degradasi moral bagi masyarakat terutama generasi muda turunan Minangkabau, baik yang lahir dan yang hidup di alam Minangkabau, perlu mendapat perhatian serus.

Dikatakan demikian, sebab ancaman degradasi moral itu diakui semakin besar sebagaimana dikuatirkan.

Pengawasan pengaruh dan pemahaman nilai-nilai yang tidak susuai dengan adat budaya serta agama Islam yang dianut masyarakat minang, bukan saja menjadi tanggung jawab orang tua, tapi juga dari ninik mamak disamping lingkungan tempat tinggal.

Hal itu disampaikan, Yendi, S Sos, Imam Bandaro Kampai kepada pesisirselatan.go.id Rabu (17/1).

Dikatakanya bahwa peran ninik mamak selaku penanggung jawab dalam kaum dilingkungan anak kemanakan di Ranah minang, dapat dilihat berdasarkan kewenangan dalam menjatuhkan sanksi sosial terhadap  kemenakan dan kaum yang di pimpinya bila melanggar.

" Dikatakan demikian, sebab bila sanksi dijatuhkan, maka tidak akan ada ada lagi pembelaan lain yang bisa menggugatnya. Karena peran itulah, sehingga ninik mamak atau pimpinan kamun sangat dihargai di Minangkabau," ujarnya.   

Ditambahkan lagi bahwa penghulu memiliki tanggungjawab moral yang besar, tanggung jawab itu bukan saja terhadap kaum yang dipimpin, tapi juga terhadap masyarakat secara umum, sesuai dengan sumpah adat saat dilantik sebagai penghulu, dimana pertanggung jawabanya dunia dan akhirat.

" Karena besarnya pertanggung jawabanya seorang ninik mamak, sehingga memikirkan dan membimbing anak kemenakan menjadi bagian dari kewajibanya disamping juga anak dan istrinya," ungkapnya lagi.

Lebih jauh dijelaskan bahwa kepercayaan dan gelar yang diberikan oleh kaum kepada ninik mamak yang ditinggikan seranting dan duhulukan selangkah, bukan saja muncul secara sendirinya.

Namun itu semua karena kepercayaan. Makanya kepada kaum dan kemenakan yang dipimpin harus pula mentaati dan mematuhi segala peraturan adat serta etika bermasyarakat. Sebab bila ini terjaga maka kemaslahatan dan keselamatan bermasyarakat akan kokoh dan tidak bisa tergoyahkan.

"Bila ini tercapai, maka keutuhan itu akan tercipta secara nasional. Sebab lingkungan yang aman, terjaga dan harmonis menjadi cerminan keutuhan sebuah negara," terangnya.

Melalui kesempatan ini, sehingga  dia juga menghimbau kepada sesama penghulu atau pemimpin kaum di Ranahminang secara bersama-sama menjaga kebesaran seorang penghulu.

Sebab bila ini terabaikan, maka wibawah seorang penghulu akan hilang dan akhirnya membuat kaum yang dipimpinya tidak lagi mendengarkan nasehat yang disampaikan. (05)

sumber:webpessel


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh