KURANGI PENGANGGURAN, DISNAKERTRANS PROV. SUMBAR OPTIMALISASI PENEMPATAN DAN PEMAGANGAN LUAR NEGERI


Post by Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(YAYAT WAHYUDI.A, ST, M.Si) | Posted on 11 Desember 2017 22:37:15 WIB | Tenaga Kerja | 118 kali dibaca


KURANGI PENGANGGURAN, DISNAKERTRANS PROV. SUMBAR OPTIMALISASI PENEMPATAN DAN PEMAGANGAN LUAR NEGERI

Dengan merangkul para stakeholder, Disnakertrans Prov. Sumbar berupaya untuk meningkatkan penempatan dan pemagangan ke luar negeri. Pertemuan yang digelar dengan Kepala Dinas yang membidangi ketenagakerjaan dari 19 Kabupaten/ Kota, Kakanwil Bank BNI, LPK serta Sekolah tinggi Ilmu Kesehatan dengan total 40 orang peserta.

Dalam pertemuan ini (Senin/ 11 Desember 2017) yang bersifat dialog interaktif, Kadis Nakertrans Prov. Sumbar Nazrizal menekankan akan pentingnya penempatan dan pemagangan ke luar negeri. Sebagai contoh, salah satu negara yang banyak menjalin kerjasama dengan Indonesia adalah negara Jepang dalam program pemagangan. Pemerintah Indonesia khususnya Sumatera Barat dan Jepang berkomitmen memfasilitasi pelaksanaan kerja sama ini. Program pemagangan menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Program pemagangan pun menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru, mengembangkan keahlian kerja para tenaga kerja dalam usia muda dan menumbuhkan dorongan kerja, karena pekerja dalam usia ini membutuhkan dukungan, serta arahan yang intensif agar dapat menjadi pekerja yang potensial.

Kadis Nazrizal juga mengatakan selama ini isu tenaga kerja ke luar negeri lebih banyak dilihat dari sisi resiko. Padahal bekerja di luar negeri juga merupakan peluang karena dapat memberikan manfaat dan nilai tambah untuk kehidupan TKI maupun keluarganya. Kebanyakan dari sisi resiko yang diangkat adalah kasus-kasus yang menimpa pekerja Indonesia di luar negeri.  Padahal data BPS, menyebutkan bahwa dalam 3 tahun terakhir kasus beban kerja TKI dan kekerasan terhadap TKI terus menurun. Oleh karena itu, kedepannya bekerja di luar negeri juga harus dipandang sebagai sebuah peluang, sehingga memberikan manfaat dan nilai tambah untuk kehidupan TKI maupun keluarganya.

“Target kita di tahun 2018 dapat menembus angka 2.000 orang TKI, dengan 980 nagari yang ada di Sumatera Barat hal tersebut dapat kita wujudkan bersama. Manfaatkan setiap peluang untuk penempatan TKI ke luar negeri” lanjut beliau menjelaskan.

Sementara itu Erlim Contesa dari LPK Yuko Tesa Mirai menambahkan bahwa proses dan tata laksana penempatan juga harus dibenahi. Salah satunya dengan meningkatkan profesionalitas seluruh pemangku kepentingan baik yang ada di pusat maupun di daerah juga harus ditingkatkan. “Bukan hanya tenaga kerjanya saja, tetapi juga kita sebagai pemangku kepentingan” paparnya.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di Provinsi Sumatera Barat

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh