PERAN PENTING IBU DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN KELUARGA


Post by Tenaga Artikel(Zakiah) | Posted on 11 Desember 2017 10:06:14 WIB | Artikel | 1041 kali dibaca


Ibu dalam sebuah keluarga adalah sosok unik yang bukan saja secara kodrati mampu mengandung dan melahirkan anak,tetapi juga ikhlas dan tulus merawat, mengasuh dan mendidik anak-anak hingga menjadi orang yang berguna dan mandiri.Di zaman ini,dimana kehidupan makin sulit,ibu-ibu ternyata bukan lagi hanya mengurus suami dan anak,tetapi juga harus ikut berjuang menopang perekonomian keluarga yang tidak lagi mampu dicukupi oleh suami.Oleh karena itu, tidak jarang seorang ibu harus bekerja keras membanting tulang agar anak-anak bisa makan dan sekolah dengan menjadi buruh dipasar, di ladang orang,tukang cuci dan pembantu rumah tangga.Dalam konteks ini, peran ganda seorang ibu terlihat sebagai salah satu bagian dalam menciptakan ketahanan keluarga.
    Dalam kehidupan sehari- hari, penghormatan terhadap Ibu jelas terlihat dari penyebutan sebuah negara selalu ada Ibukota Negara, tidak ada Bapak Kota. Juga ada Ibu Negara dan tidak ada Bapak Negara ( bagi sebuah Negara yang dipimpin seorang perempuan, suaminya tidak disebut Bapak Negara). Di tubuh kita pun, ada ibu jari, tidak ada sebutan bapak jari. Dan bagi ummat Islam dengan pedoman hidupnya Al-Qur’an, tentu pernah membaca bahwa di dalam Al Qur’an terdapat Nama Surat An-Nisaa’ (artinya Perempuan) ,tidak ada surat Ar-Rijal (artinya Laki-laki), ini termasuk bentuk penghormatan terhadap perempuan (ibu).
    Benar adanya Hadits Rasulullah SAW, yang menyuruh kita menghormati Ibu terlebih dahulu sampai 3 (tiga kali), dan setelahnya baru yang ke 4 (empat) menghormati Bapak. Karena syurga berada dibawah telapak kaki Ibu. Maknanya jika kita menyayangi Ibu dan berbakti kepada beliau, in syaa Allah kita akan masuk syurga kelak di akhirat. Walaupun sebenarnya,kita harus berbakti pada kedua orangtua.
    Begitupun Hadits Rasul SAW berikutnya tentang perempuan itu adalah tiang negara,jika baik perempuan disuatu negara maka baik pula kondisi negaranya, namun jika sebaliknya maka rusak pula moral negara tersebut. Dan seorang ibu adalah perempuan yang melahirkan putra-putri generasi masa depan suatu bangsa. Ditangannyalah terbentuk sebuah peradapan. Jika generasi itu diasuh oleh seorang ibu yang berakhlak baik, diharapkan kelak ia akan membawa kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga dan masyarakatnya.Tetapi tidak sedikit perempuan yang tidak siap menjadi seorang ibu, bahkan sama sekali tidak tahu bagaimana menjadi ibu yang baik untuk mengelola rumah tangga dan mengasuh anak-anaknya, sehingga selalu muncul konflik dalam keluarga kecilnya, bahkan anak menjadi salah asuhan dalam keluarga.
    Disinilah pentingnya pendidikan dan pemberdayaan perempuan, harus ada kepedulian keluarga dan masyarakat, secara fokus ikut mendukung pendidikan bagi anak-anak perempuan sehingga mereka cerdas dan siap menjadi perempuan yang mandiri, bermartabat serta kelak menjadi ibu sholihah yang penuh kasih sayang serta cekatan dalam mengelola keluarganya.
    Kita menyadari bahwa ketahanan keluarga hanya dapat tercipta apabila keluarga yang bersangkutan dapat melaksanakan 8 (delapan) fungsi keluarga secara serasi, selaras dan seimbang.Sebuah contoh kecil,keluarga yang kaya secara materi dimana dalam hal ini,fungsi ekonomi keluarga dapat terlaksana dengan baik,tidak akan berbahagia apabila dalam keluarga tersebut ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),tidak ada rasa kasih sayang dan perlindungan.
Karena itu ada 8 fungsi ibu dalam menciptakan ketahanan keluarga :
1.Fungsi Keagamaan, ibu adalah contoh panutan bagi anak-anaknya.Ketekunan ibu dalam beribadah membawa pengaruh sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan pondasi keimanan bagi keluarga.
2. Fungsi sosial budaya, ibu adalah contoh ideal dalam cara bertutur, bersikap, berpakaian dan bertindak sesuai budaya kita yang berfilosofikan Adat Basandi Syarak,Syarak Basandikan Kitabullah,Syarak mangato,Adat mamakai.Dalam budaya Minang, ibu adalah Bundokanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang,jadi suri tauladan dalam nagari.
3. Fungsi cinta kasih, ibu adalah pelopor utama dalam memberikan keikhlasan dan kasih sayang buat semua anggota keluarga.
4. Fungsi pelindung,ibu selalu berusaha menumbuhkan rasa aman dan kehangatan dalam keluarga sehingga siapapun anggota keluarga selalu rindu untuk pulang kerumah dan betah dalam rumahnya sendiri.
5. Fungsi reproduksi, ibu menjadi penopang utama dalam pengaturan jumlah anak dan mengatur jarak kelahirannya.Sebagian besar ibu ikhlas menggunakan kontrasepsi agar kelahiran anak dapat dikendalikan dan menasehati putra putrinya agar pandai bergaul dan tidak terjerumus dalam kehamilan sebelum menikah.
6.Fungsi pendidikan, ibu adalah ummu madrasatun, sekolah pertama bagi anak-anaknya,mendidik mereka agar mandiri, kreatif dan mampu berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.
7. Fungsi ekonomi, ibu menjadi penyangga kedua ekonomi keluarga setelah bapak.Dengan catatan dikomunikasikan secara baik dengan suami dan tidak meninggalkan tugas pokoknya dalam rumah tangga.
8. Fungsi pembinaan lingkungan, ibu juga hendaknya mampu menjadi tauladan dalam kebersihan lingkungan, menanam pohon, bunga,memanfaatkan pekarangan sehingga lingkungan menjadi sejuk,indah dan asri.

Karenanya,pesan moral untuk semua perempuan yang menjadi ibu, marilah kedelapan fungsi ini kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu kita juga harus bersatu padu membentuk kekuatan,terjun langsung di tengah-tengah masyarakat dan pemerintahan sesuai dengan peranan masing-masing,seperti Ibu-ibu yang aktif di TP-PKK, GOW,Dharma Wanita Persatuan, Bundo Kanduang, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Lansia, Majelis Ta’lim,dll,bergerak melakukan berbagai kegiatan kemasyarakatan untuk mencegah kemungkaran dan kemaksiatan, juga demi kemajuan diri,keluarga dan masyarakat kita menuju baldatun thoyyibatun warabbun ghafur. Aamiin.

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh