MEMINANG KEINDAHAN DI PADANG KESEJAHTERAAN


Post by Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Kependudukan & Pencatatan Sipil(FITHRATUL MUSLIMAH, S.Kom) | Posted on 07 Desember 2017 15:56:17 WIB | Artikel | 51 kali dibaca


MEMINANG KEINDAHAN DI PADANG KESEJAHTERAAN

MEMINANG KEINDAHAN DI PADANG KESEJAHTERAAN

          Dengan jumlah penduduk sebesar 5,4 juta jiwa dalam data Konsolidasi Bersih Kemendagri pada akhir Juni 2017, Sumatera Barat menjadi Provinsi yang mempunyai jumlah penduduk yang relative pasar, dihubungkan dengan luas wilayah daratan lk 42 km2 sehingga dapat diturunkan data kepadatan penduduk per km2 rata-rata sebesar 7.780 km2. Pertanyaan semua orang yang peduli terhadap data penduduk tersebut adalah, “benarkah data tersebut”.

         Jawaban pertanyaan tersebut dapat dijelaskan secara teknis dan secara factual. Dari sisi teknis, dalam pasal 58 UU 24/5013 tentang administrasi kependudukan, dijelaskan dengan tegas definisi data kependudukan yang terdiri dari data perseorangan dan data agregat, yang selalu diupdate dengan suatu aplikasi SIAK yang selalu disempurnakan saat ada entry ketika penduduk membuat/ memperbaiki data Kartu Keluarga, mengurus KTP Elektronik dan akta-akta lain. Jika dibandingkan secara fair maka kesimpulan tentang validitas data kependudukan Kemendagri adalah,”data dari Lembaga A atau B adalah data yang benar, namun data Kemendagri jauh lebih valid”

          Jawaban Faktualnya adalah karena data kependudukan yang berbasis single identity, maka penduduk Sumatera Barat adalah penduduk yang mempunyai NIK Sumatera Barat yang berdomisili secara geografis di Sumatera Barat dan yang karena suatu tujuan berada di wilayah geografis lain yang dikenal dengan istilah Merantau atau mencari penghidupan lain yang lebih baik di daerah yang mempunyai potensi dan menawarkan kesempatan yang lebih baik daripada kampung halaman.

          Secara Geografis dan topografis, Sumatera Barat dikaruniai alam yang indah, baik di daratan maupun di lautan. Semua kondisi ada di Sumatera Barat, pegunungan dengan hutan tropis yang sangat ketat, gunung-gunung berapi, danau-danau, geologi, sungai-sungai dengan elavasi yang tajam ke muara sehingga menghasilkan arus yang deras, pantai dengan berbagai warna, dan pulau-pulau besar kecil di Pantai barat Sumatera.

          Secara Sosiologi, Sumatera Barat mempunyai keunikan yang jarang dimiliki daerah lain, suku Minangkabau dengan ke matrilinialannya, suku Mentawai dengan keasliannya, makanan traditional yang sudah berkali-kali dinobatkan sebagai makanan terlezat oleh Lembaga survey kelas dunia, nyanyian, tari-tarian dan pakaian traditional yang mencengangkan wisatawan, adalah bukti betapa kayanya potensi Sumatera Barat.

         Terkait judul diatas dalam konteks kependudukan, sangat erat kaitan potensi penduduk dengan potensi keindahan dan kesejahteraan Sumatera Barat. Pertama secara internal, penduduk Sumatera Barat yang sudah dikenal dengan nilai adat basandi syara’,syara’ basandi kitabullah adalah potensi yang dapat mendukung usaha dan industri kepariwisataan yang sangat potensial. Penduduk yang mempunyai potensi dan ketahanan budaya yang tinggi sangat mudah diarahkan untuk membuat kreasi budaya yang dapat ditawarkan sebagai atraksi budaya yang indah. Katakanlah kreasi budaya, kreasi makanan, aktifitas budaya dan lain-lain, yang disandingkan dengan berbagai keindahan objek wisata yang luar biasa. Dengan penduduk 5,4 juta tersebut, tinggal dipilih struktur umur produktif yang akan mampu memanfaatkan potensi kepariwisataan tersebut sebagai pemain aktif, baik sebagai guide, operator, pedagang, industry dan jasa serta profesi-profesi lainnya.

         Dari segi kesejahteraan, kondisi penduduk Sumatera Barat yang terbagi yang tinggal di ranah dan di rantau adalah potensi peningkatan kesejahteraan yang luar biasa. Bayangkan saja jika para perantau di seantero dunia bisa pulang minimal sekali setahun libur Panjang hari raya, maka berapa nominal belanja masing-masing yang akan dinikmati Sumatera Barat dalam bentuk transaksi perdagangan dan jasa dalam kunjungan mereka selama menikmati liburan sekaligus merayakan hari raya di kampung halaman.

          Hal lain terkait kesejahteraan adalah kebiasaan para perantau membantu sanak saudaranya di kampung, baik untuk pembangunan fisik, pembangunan ekonomi, pertanian, peternakan, perekaman, industry dan lain-lain, dalam bentuk bantuan modal dan keterampilan yang akan dapat membantu peningkatan kesejahteraan penduduk Sumatera Barat.

         Para perantau juga dapat dimanfaatkan sebagai pemasar potensi Sumatera Barat. Bayangkan kalau setiap perantau dapat mempengaruhi orang lain untuk berwisata, untuk melakukan transaksi perdagangan, untuk berinvestasi di Sumatera Barat, maka akan terjadi aliran uang masuk yang sangat besar untuk percepatan perwujudan visi meminang keindahan di Padang kesejahteraan yang kita inginkan bersama.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di Provinsi Sumatera Barat

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh