PERAN ISU STRATEGIS DALAM PERUBAHAN ORGANISASI


Post by Badan Pengembangan SDM(FADLAN, A.Md) | Posted on 31 Agustus 2017 09:53:09 WIB | Artikel | 13866 kali dibaca


PERAN ISU STRATEGIS DALAM PERUBAHAN ORGANISASI

Oleh : Yanison MN, SE.,MM

Widyaiswara BPSDM Provinsi Sumatera Barat

Abstrak

Bagi sebuah organisasi baik public maupun private, perubahan bukan hanya sebuah pilihan akan tetapi sudah merupakan kebutuhan. Jika organisasi ingin mempertahankan eksistensinya atau mengembangkan organisasinya mengikuti visi serta tujuan organisasi tersebut mereka perlu melakukan adaptasi-adaptasi terhadap lingkungan organisasi yang selalu berubah sesuai sunatullah. Informasi-informasi mendasar mengenai perubahan-perubahan atau adaptasi-adaptasi yang seharusnya dilakukan tersebut semuanya tersimpan dalam Isu Strategis-Isu Strategis yang tepat.

Kata Kunci : Organisasi, Perubahan dan Isu Strategis

  1. PENDAHULUAN

Perubahan dalam Islam adalah sebuah keharusan karena dalam Q.S. Ar-Ra’d ayat 13 Allah azza wa jalla telah menegaskan bahwa “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” yang berarti bahwa setiap kaum yang ingin berubah maka terlebih dahulu mereka harus merubah keadaan diri mereka sendiri. Seorang yang menginginkan perilaku yang baik dari orang-orang sekitar mereka maka terlebih dahulu mereka harus mengubah perilaku mereka menjadi lebih baik terhadap orang-orang tersebut.

Dalam konteks organisasi maka makna ayat diatas dapat diartikan bahwa jika sebuah organisasi ingin mendapatkan respon yang positif dari lingkungan eksternalnya (Perubahan Lingkungan Organisasi) maka organisasi tersebut harus terlebih melakukan perubahan yang positif di internal organisasinya. Perubahan yang dimaksudkan ini bukanlah bersifat insidensial atau sewaktu-waktu akan tetapi perubahan tersebut haruslah bersifat kontinyu / terus menerus sebagaimana Allah menjadikan kehidupan di dunia ini selalu mengalami perubahan. Setiap perubahan lingkungan organisasi menuntut organisasi untuk beradaptasi. Oleh sebab itu maka perubahan organisasi tersebut pada hakikatnya adalah sebuah proses adaptasi terhadap lingkungan, dan setiap proses adaptasi memerlukan informasi-informasi yang menjadi petunjuk bagi organisasi dalam melakukan. Dan untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut secara akurat dapat dilakukan melalui pengidentifikasian Isu Strategis. Dengan mengetahui Isu Strategis kita dapat menganalisis lingkungan internal apa yang perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan, apa strategi yang relevan, serta kemana arah pengembangan organisasi dan lain sebagainya. Dalam banyak kasus Isu Strategis juga bisa dijadikan sebagai batu loncatan atau kekuatan pendorong untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Sejarah telah membuktikan bagaimana sebuah isu strategis mendorong atau melahirkan  perubahan-perubahan besar di dunia ini. Revolusi Industri misalnya, kalaulah tidak karena isu strategis yang diciptakan oleh Robert Malthus (tahun 1778) dengan penelitiannya yang mengejutkan yang diberi judul “An Essay on the Principle of Population as it Affects the Future Improvement of Society” yang mengatakan bahwa The Power of Population akan tumbuh jauh melebihi kemampuan The Power in the earth, mungkin rakyat Inggris belum akan terdorong untuk menciptakan mesin-mesin guna meningkatkan produksi pertanian. Dan mungkin belum akan terjadi pengembangan-pengembangan mesin-mesin industri sebagai dampak dari perkembangan mesin-mesin pertanian.

Demikian juga dengan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini ternyata juga tidak dapat dipisahkan dari suatu Isu Strategis. Kalaulah tidak karena peristiwa pengeboman jepang oleh sekutu tanggal 6 Agustus 1945 dan jepang menyerah terhadap sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, yang dijadikan sebagai Isu Strategis oleh para pendahulu kita dan merespon peluang tersebut dengan segera memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka barangkali kemerdekaan negara Republik Indonesia tersebut hanyalah akan tinggal wacana yang entah kapan terwujud, karena kurang dari sebulan setelah itu yakni pada tanggal 10 September 1945 Jepang melalui Panglima Bala Tentaranya mengumumkan bahwa pemerintahan Indonesia diserahkan kepada Sekutu.

Oleh sebab itu, apa sebenarnya Isu Strategis itu ? dan bagaimana peran Isu Strategis ini dalam perubahan organisasi ? akan dijawab pada bagian pembahasan ini.

  1. PEMBAHASAN
  1. Konsep Isu Strategis

Isu Strategis adalah sebuah terminologi yang bersumber dari bidang kajian Manajemen Strategis. Thomas E. Ambler (2008) menjelaskan bahwa Isu Stategis mengarah kepada aspek-aspek penting yang memerlukan perhatian dalam upaya mencapai tujuan bisnis sebuah perusahaan. IGOR Ansoff (1980) memberikan pengertian tentang Isu Strategis sebagai sebuah perkembangan kedepan baik yang terjadi didalam organisasi mauapun diluar organisasi, yang cenderung memiliki dampak penting terhadap kemampuan perusahaan untuk memenuhi tujuannya. Adapun menurut Jane Dutton (1980), Isu Strategis didefinisikan sebagai suatu perkembangan-perkembangan, peristiwa-peristiwa, dan trend-trend yang memiliki potensi berdampak terhadap strategi organisasi.

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa : (1) Isu Strategis, adalah merupakan sebuah kondisi / perkembangan / peristiwa / trend yang berkenaan dengan lingkungan organisasi dan berdampak terhadap kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan serta strategi-strategi organisasi. (2) Isu Strategis, itu tidak selalu identik dengan masalah, karena kondisi yang digambarkan dalam Isu Strategis tersebut tidak selalu bermuatan / bernuansa negatif. Isu Strategis baru akan menjadi masalah apabila tidak mendapat respon yang tepat dari organisasi.

  1. Konteks Isu Strategis

Dalam dunia bisnis Isu strategis sangat penting digunakan dalam merumuskan strategi di 3 (tiga) tingkatan strategi, yaitu Korporasi, Bisnis dan Fungsional (Hunger & Wheelen, 2003). Berbeda dengan sektor publik maka perumusan Isu-isu Strategis pada sektor private cenderung dilakukan dengan lebih hati-hati dan penuh perhitungan. Hal ini dikarenakan dampak atau resiko dari kesalahan identifikasi Isu Strategis tersebut bukan hanya terhadap ketidakefektifan strategi saja namun yang paling ditakutkan adalah bisa mengancam eksistensi perusahaan atau korporasi. Deangan pertimbangan tersebut, pengidentifikasi Isu Strategis selalu dilakukan dengan sebuah kegiatan riset yang penuh dengan perhitungan kuantitatif dan membutuhkan biaya yang besar.

Dalam dunia pemerintahan, Isu Strategis lebih populer digunakan pada saat penyusunan Rencana Strategis baik di tingkat Nasional, Kementerian/Lembaga, Daerah maupun Organisasi Perangkat Daerah, yang artinya Isu Strategis tersebut hanya diidentifikasi sekali dalam 5 tahun. Hal ini bertentangan dengan pendapat para ahli yang menyatakan bahwa Isu Strategis tersebut bukan hanya terkait dengan para pejabat publik di level top manager saja, akan tetapi mencakup semua level / tingkatan kepemimpinan. Hanya saja di setiap level berbeda tingkatan Isu Strategis serta komposisi kebijakan yang akan diambil.

Dunn (2000:219) membagi tingkatan isu strategis berdasarkan kompleksitas kedalam 4 tingkatan, yaitu :

  1. Isu-isu Utama

Isu-isu Utama ini berhubungan dengan pertanyaan mengenai misi lembaga dan secara komposisi terbesar isu ini hanya ditemui di level pemerintahan tertinggi dan hanya digunakan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan strategis.

  1. Isu-isu Sekunder

Isu-isu Sekunder ini berisi prioritas-prioritas program dan definisi kelompok-kelompok sasaran dan penerima dampak. Isu ini terletak pada tingkat instansi pelaksana program-program pemerintah pusat dan dalam porsi yang lebih besar digunakan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis.

  1. Isu-isu Fungsional

Isu-isu Fungsional berisi memasukan pertanyaan-pertanyaan seperti anggaran, keuangan dan usaha untuk memperolehnya. Isu ini digunakan pada tingkatan program maupun proyek, dengan komposisi yang sama antara kebijakan strategis dengan kebijakan operasional.

  1. Isu-isu Minor

Isu-isu Minor ini meliputi personal, staff, keuntungan bekerja, waktu liburan, jam kerja, dan petunjuk pelaksanaan serta peraturan. Isu ini digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada tingkatan proyek-proyek spesifik, dengan komposisi dominasi kebijakan operasional.

komposisi kebijakan pada tingkatan Isu Strategis menurut Dunn dapat digambarkan sebagai berikut :

Sehubungan dengan hal di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada semua level kepemimpinan memerlukan Isu Strategis untuk mempertahankan ataupun meningkatkan kinerjanya.

  1. Peluang dan Ancaman di balik sebuah Isu Strategis

Ketepatan dalam mengidentifikasi Isu Strategis akan sangat berdampak terhadap kefektifan perubahan suatu organisasi. Hal ini dikarenakan dibalik sebuah Isu Strategis pasti terdapat 2 (dua) kemungkinan, yaitu :

  1. Peluang

Keberhasilan perusahaan telepon seluler Nokia dalam merespon keluhan masyarakat terhadap kerusakan antena pada pesawat telepon seluler dan memanfaatkannya sebagai peluang dalam menciptakan suatu inovasi telepon seluler tanpa antena yang pada akhirnya merajai penjualan telepon seluler pada waktu itu dengan Nokia 3310, dapat dijadikan salah satu contoh bagaimana sebuah Isu Strategis bisa menjadi peluang untuk perubahan yang positif.

Di dunia pemerintahan, kita juga bisa melihat kesuksesan seorang Tjokorda Gde Agung Sukawati (Raja Ubud, Bali) menangkap Isu Strategis “bakat-bakat seni masyarakat ubud” sebagai pendorong perubahan daerah ubud menjadi destinasi wisata yang akhirnya selalu ramai dikunjungi wisatawan bahkan mampu mengimbangi kepopuleran daerah Kuta, Bali yang sudah lebih dahulu maju di bidang pariwisata. Padahal sebelumnya, daerah ubud hanyalah sebuah perkampungan yang masyarakatnya agak tertutup dan dan daerahnya berhutan lebat (Kasali, 2005)

  1. Ancaman

Sebaliknya Isu Strategis juga dapat mengandung suatu ancaman jika tidak direspon dengan tepat. Tatkala IBM terlena dengan kesuksesannya sebagai ikon komputer mainframe pada masa lalu dan bertahan dengan produk lamanya, mereka mengabaikan sebuah Isu Strategis tentang pasar yang mulai melirik komputer dengan format PC (Personal Computer) dan pada akhirnya IBM harus mengalami kemunduran dari perusahaan no.2 paling menguntungkan di dunia pada tahun 1990, menjadi perusahaan yang mengalami kerugian sebesar $ 8 miliar dan berada di daftar pengawasan kebangkrutan pada tahun 1993.

Di dalam negeri sendiri, seperti terjadinya krisis moneter yang berdampak luas terhadap krisis ekonomi dan politik pada tahun 1998, sebagaimana diungkapkan dalam wikipedia, sebenarnya diawali oleh sebuah Isu Strategis mengenai baiknya kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 1997, yaitu : Inflasi yang rendah, Surplus perdagangan yang lebih dari $ 900 juta, persediaan mata uang asing yang cukup besar serta kondisi perbankan yang stabil, ditengah krisis ekonomi yang telah melanda beberapa negara seperti Thailand. Kondisi ini direspon secara overconfidence oleh perusahaan-perusahaan besar dalam negeri dengan melakukan peminjaman luar negeri dalam bentuk US dollar serta pelebaran jalur perdagangan dengan Thailand disaat Thailand menerapkan nilai mata uang mengambang. Hal ini akhirnya mulai berdampak ketika penurunan nilai tukar Rupiah terhadap dollar yang mengakibatkan biaya hutang dollar perusahaan meningkat tajam dan perusahaan menyikapinya denga menaikkan harga hingga menimbulkan inflasi. Perilaku panik masyarakat dengan menukarkan mata uang rupiah mereka dengan dollar turut memperparah kondisi. Dan seperti efek domino, dengan kondisi yang demikian itu, Moody’s Corporation sebagai penyedia jasa analis keuangan dan analisis atas lembaga usaha dan lembaga pemerintah, menurunkan peringkat utang jangka panjang Indonesia ke level “junk bond” atau obligasi sampah yang menjadi awal dari babak kebangkrutan investasi di Indonesia.

Kedua kemungkinan diatas pada hakikatnya adalah tantangan (challenge) bagi organisasi untuk bisa memaksimalkan peluang atau meminimalkan resiko ancaman.

Jadi, isu strategis memiliki peran yang sangat strategis dalam perubahan organisasi baik organisasi perusahaan maupun organisasi pemerintahan / publik. Dengan kata lain, Isu Strategis adalah Sinyal untuk sebuah perubahan. Mendapatkan isu strategis sama seperti melihat lampu kuning pada traffic light yang tanda untuk bersiap-siap melakukan sebuah perubahan. Seberapa lama waktu yang tersedia untuk menyiapkan perubahan bergantung seberapa urgen kondisi suatu isu strategis.

Informasi mengenai ancaman dan peluang inilah yang akan dijadikan sebagai dasar bagi organisasi dalam mengatasi kelemahan organisasi dan meningkatkan kekuatan organisasi secara terfokus serta lebih efektif  dan efisien.

  1. Identifikasi Isu Strategis

Dalam mengidentifikasi Isu Strategis Bryson (1995:97) mengemukakan bahwa ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Isu Strategis harus dijabarkan secara singkat:
  2. Harus disertai argumen yang menyatakan bahwa isu tersebut strategis:
  3. Tingkatan strategis masing-masing isu strategis;
  4. Konsekwensi dari kegagalan merespon isu strategis.

Pada prinsipnya mengidentifikasi Isu Strategis adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan  secara akurat, jujur, faktual, dan berdasarkan data berkaitan dengan kondisi lingkungan organisasi (Internal maupun eksternal) yang berdampak terhadap strategi dan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Kemudian jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan apakah selanjutnya pertanyaan tersebut diangkat sebagai Isu Strategis atau tidak. Jika jawabannya bahwa kondisi sudah sesuai dengan harapan maka pertanayaan tersebut tidak layak menjadi Isu Strategis.

Pertanyaan-pertanyaan dimaksud secara garis besar menyangkut :

  • Apakah lingkungan eksternal sedang / akan mengalami perubahan ? Perubahan apa ?
  • Apakah perubahan tersebut berdampak terhadap kefektifan strategi dan kemampuan organisasi ? Seberapa besar dan seperti apa dampaknya ?
  • Apakah lingkungan internal memiliki kesiapan yang cukup dalam mengadaptasi perubahan lingkungan eksternal?
  • Peruabahan apakah yang diharapkan dari lingkungan eksternal dengan melakukan perubahan internal?
  • Apakah dampaknya jika perubahan lingkungan organisasi tidak direspon organisasi? Dan seberapa besar ?

 

  1. PENUTUP

Dengan besarnya peran Isu Strategis dalam mendorong terjadinya sebuah perubahan dan menjamin keefektifan perubahan tersebut maka sepatutnya perumusan dan penetapan isu strategis ini dijadikan sebagai dasar dalam melakukan perubahan. Perubahan yang efektif ditandai oleh sejauh mana keberhasilan organisasi dalam merespon Isu Strategis sehingga Organisasi berhasil mempertahankan eksistensinya ataupun mengembangkan organisasinya sesuai dengan visi dan tujuan organisasi tersebut.

Isu Strategis dibutuhkan bukan hanya pada level kepemimpinan tertinggi (Top Manajer) saja, akan tetapi juga sudah menjadi kebutuhan pemimpin di semua level sesuai dengan cakupan perubahannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bryson, John M. 1995. Strategic Planning for Public and Nonprofit Organizations (Revised Edition). San Francisco, CA. : Jossey-Bass

Dunn, W. N. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Edisi Kedua (Terjemahan Samodra Wibawa, Diah Asitadani, Erwan Agus Puranto). Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

J. David Hunger &  Thomas L. Wheelen. 2003. Manajemen Strategis. Yogyakarta : Andi.

Rhenald Kasali. 2005. Change. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

https://www-03.ibm.com/ibm/history/history/decade_1990.html

 https://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_finansial_Asia_1997#Indonesia


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh