SOSIALISASI PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI


Post by Dinas Perindustrian dan Perdagangan(BUDI SETIAWAN, ST, M.Si) | Posted on 28 April 2017 18:08:59 WIB | Industri dan Perdagangan | 1503 kali dibaca


SOSIALISASI PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI

Pada hari 25 April 2017 Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Prov Sumatera Barat (Disperindag) mengadakan acara sosialisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri, diadakan di aula disperindag.

Acara ini bertujuan untuk menyebarkan informasi kebijakan  peningkatan penggunaan produksi dalan negeri sehingga meningkatkan solidaritas, rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui identitas produk buatan nasional, semakin berkembangnya ekonomi rakyat, meningkatnya pendapatan masyarakat, mengurangi kecemburuan sosial, mengurangi konsumsi barang negara lain dan meningkatkan ketahanan nasional dan diharapkan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

Dalam rangka mensosialisasikan peningkatan penggunaan produk dalam negeri diundang 70 orang dari UKM, majelis taklim dan Tim penggerak PKK di kota Padang.

Dalam kesempatan ini acara dibuka oleh Kepala Disperindag didampingi oleh Kepala Bidang Perdagangan. Beliau menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat Tahun 2016 sebesar 5,26%. Walaupun sedikit lebih rendah dari tahun 2015 sebesar 5,41 persen, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Naional yang mencapai angka 5,02 persen.

Untuk dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah faktor utama yang harus menjadi perhatian adalah produk yang dihasilkan pelaku usaha dibeli atau digunakan masyarakat atau dapat dijual kepada masyarakat dalam dan luar negeri. Hal inilah yang menjadi salah satu kebijakan nasional, yang disebut dengan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan logo kampanye 100% Cinta Indonesia.

Untuk menimbulkan kecintaan terhadap produk dalam negeri ini, perlu terus dtingkatkan kualitas produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri. Khusus di Sumatera Barat, berbagai pembinaan dan fasilitasi telah diberikan kepada, baik dengan dukungan APBN maupun APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun dalam upaya penguatan daya saing industri dalam negeri, kita kembali dihadapkan pada tantangan, yakni relatif tingginya serbuan barang-barang impor sebagai dampak dari implementasi berbagai perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

Dalam kondisi seperti serbuan Produk Impor, sikap yang perlu dikembangkan oleh pelaku usaha adalah optimisme, dengan merubah tantangan yang ada menjadi peluang yang akan memberikan keuntungan dan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, karena disamping memberikan tantangan, perdagangan bebas juga merupakan peluang yang relatif besar, terutama pasar produksi yang semakin luas dan beragam, yang akan membuka kesempatan untuk peningkatan dan diversifikasi produksi yang dihasilkan. Pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan pasar dalam negeri karena jumlahnya pasti lebih kecil dibandingkan dengan pasar luar negeri.

Belajar dari berbagai Negara yang sukses dalam membangun negaranya dengan mewujudkan kecintaan terhadap produk dalam negerinya, seperti Jepang, Malaysia, Thailand, Pemerintah Indonesiapun telah mencanangkannya, dengan nama kebijakan 100% CINTA PRODUK INDONESIA. Di Sumatera Barat juga telah mengambil banyak kebijakan untuk mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri, seperti pakaian dinas yang berasal dari produk lokal, konsumsi rapat yang menggunakan produk berbahan baku lokal dan pengadaan barang kebutuhan pemerintah dengan mengutamakan produk dalam negeri.

Harapan Kepala Disperindag, setiap konsumsi harian seharusnya menggunakan produk dalam negeri, yang dihasilkan putra putri bangsa kita. Apapun jenis produksi, sudah tersedia di Negara kita, mulai dari produk primer, sekunder dan tersier, dalam berbagai kualitas sesuai dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tinggal hanya kemauan dan niat masing-masing kita untuk memanfaatkannya. Semua peserta sosialisasi ini saya harapkan dapat menjadi motor penggerak dan pemrakarsa penggunaan produk dalam negeri bagi diri, keluarga dan lingkungan masing-masing.

Pada Kesempatan ini diundang narasumber dari Universitas Andalas Prof Dr Syafrudin Karimi, Beliau menyampaikan materi tentang Manajemen Usaha dan Orientasi Konsumen. Satu hal yang penting disampaikan beliau adalah Loyalitas konsumen terbangun ketika pengusaha memiliki reputasi pro etika bisnis, jujur dan tidak curang dalam berbisnis.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh