TEMU LAPANG GUBERNUR SUMBAR DENGAN KELOMPOK TANI BINAAN BANK INDONESIA (BI)


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 17 Maret 2017 20:43:57 WIB | Berita Terkini | 292 kali dibaca


Payakumbuh, Jumat (17/3), Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno hadiri acara Temu Lapang Pengembangan Kluster Hortikultura Binaan Bank Indonesia (BI) yang digelar di tengah kawasan perkebunan dan lahan pertanian milik Kelompok Tani (Keltan) 'Bina Bersama' di Kelurahan Koto Baru Payo Basuang Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.

Turut hadir di acara tersebut Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat Puji Atmoko, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, dan jajaran Forkopimda Kota Payakumbuh.

Kelompok Tani 'Bina Bersama' sendiri merupakan salah satu kelompok petani yang telah dibina oleh BI sejak 2015 lalu dengan komoditas utama holtikultura, khususnya cabai merah. Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh BI antara lain dengan memberikan bantuan teknis serta sarana dan prasarana pertanian serta mendorong peningkatan kualitas petani anggota kelompok dalam mengelola komoditas holtikultura mulai dari hulu hingga hilir.

Gubernur membuka sambutannya dengan mengungkapkan apresiasinya secara khusus kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan perhatian dan pembinaan kepada Keltan Bina Bersama. Menurutnya, perhatian dan pembinaan kepada petani adalah salah satu kunci untuk meningkatkan produksi pangan dan menjamin terjaganya ketahanan pangan Provinsi Sumatera Barat.

Kemudian, kepada anggota Keltan Bina Bersama yang hadir di acara tersebut, Gubernur mengajak agar terus semangat mengelola pertanian. Gubernur juga menekankan agar petani tidak merasa rendah diri, apalagi berpikir melalui usahanya mereka tidak bisa sejahtera dan hidup layak.

Gubernur lebih lanjut menjelaskan, cabai merah adalah komoditas utama yang sering mempengaruhi fluktuasi inflasi Sumbar, oleh karena itu, penanaman komoditas cabai merah oleh Keltan Bina Bersama sangat ia dukung karena dapat membantu Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia menjaga dan mengendalikan inflasi Sumbar.



Menutup pesannya, Gubernur mengingatkan bahwa pembinaan yang dilakukan BI kepada Keltan Bina Bersama hanya berjalan selama 3 tahun dan berharap setelah pembinaan selesai Keltan mampu mandiri dan dapat mengelola usaha komoditas hortikultura secara berkelanjutan yang pada akhirnya akan menguntungkan petani juga, yakni, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • WIKILATIH PADANG

    • Sabtu, 25 November 2017
    • Sabtu, 25 November 2017
  • GEBYAR PENDIDIKAN 2017

    • Kamis, 16 November 2017
    • Sabtu, 18 November 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh