PACU JAWI


Post by Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan(YUNI ERLITA, S.Pt) | Posted on 17 Maret 2017 15:09:04 WIB | Artikel | 183 kali dibaca


PACU JAWI

Sumatera Barat merupakan daerah yang mempunyai potensi yang sangat prospektif dibidang kepariwisataan. Hal ini didukung oleh kondisi alamnya yang sangat indah dengan dilatari oleh hijaunya pegunungan dan laut yang membentang luas dengan pantai yang berpasir putih.

Disamping potensi wisata dengan kekayaan pemandangan alam sepserti digambarkan diatas ternyata di Sumatera Barat juga terdapat potensi wisata dibidang pertanian (wisata agro) termasuk potensi wisata agro pada sub sektor peternakan.

Terdapat berbagai objek wisata agro yang tersebar di berbagai Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. Salah satu dari potensi wisata agro tersebut adalah “ Pacu Jawi “ yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar.

Pacu Jawi merupakan atraksi permainan anak nagari di Kabupaten Tanah Datar yang dilaksanakan setiap selesai panen dan pada waktu akan menanam padi. Atraksi permainan anak nagari ini sangat spesifik dan menarik karena diselenggarakan di dalam sawah dan penunggangnya ikut berlari bersama jaawinya. Belum diperoleh data yang pasti kapan permainan ini pertama kali dilaksanakan, tapi kegiatan ini sudah berlangsung secara turun temurun semenjak beratus tahun yang lalu. Proses terjadinya pacu jawi ini lebih mengarah kepada apresiasi rasa syukur kepada yang member rezki (Allah SWT) atas keberhasilan panen usaha tani masyarakat. Pacu jawi tidak sama dengan ” Karapan Sapi ” di Madura, karena Karapan Sapi dilaksanakan pada lapangan/tanah kering, sedangkan Pacu Jawi dilaksanakan di lahan berlumpur/sawah. Dibutuhkan lahan sawah seluas lebih kurang 3 ha sebagai arena untuk melaksanakan Pacu Jawi dan sawah dalam keadaan berair/berlumpur.

Jawi yang keluar sebagai pemenang bukanlah didasarkan pada kecepatan/kencang larinya, tetapi kriteria penilaian lebih ditekankan pada performance / penampilan, kemudian keterampilan joki/penunggangnya yang dapat mengendalikan jawinya agar berlari lurus kedepan. Di Sumatera Barat Pacu Jawi selain terdapat di Kabupaten Tanah Datar juga terdapat di Kota Payakumbuh.

Di Kabupaten Tanah Datar Pacu Jawi hanya dilaksanaknan pada 4 kecamatan yaitu Kec. Lima Kaum, Kec. Pariangan, Kec. Sei Tarab, dan Kec. Rambatan. Setiap tahun diselenggarakan 3 – 4 kali event dimana setiap event dilaksanakan 4 kali putaran yaitu 2 kali setiap hari sabtu di kec. Lima Kaum dan Kec. Sei Tarab, kemudian 2 kali lagi setiap hari rabu di Kec. Pariangan dan Kec. Rambatan. Jumlah jawi yang turun ke gelanggang sebagai peserta dalam permainan ini mencapai 800 – 1000 ekor.

Penyelenggara kegiatan permainan Pacu Jawi ini sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat melalui keputusan Ninik Mamak sebagai pemangku adat dalam Nagari di Minangkabau dan kerjasama dengan Organisasi PORWI (Persatuan Olah Raga Pacu Jawi). Sudah ada campur tangan pemerintah pada kegiatan ini yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar.

Penonton yang datang melihat atraksi Pacu Jawi ini pada umumnya adalah masyarakat sekitar yang menggemari permainan ini,disamping itu juga berdatangan dari berbagai kota di Indonesia bahkan pada event tertentu juga ada yang datang dari manca negara.

Faktor yang menarik dari Pacu Jawi

Hampir keseluruhan dari rangkaian kegiatan Pacu Jawi sangat menarik dan positif, seperti :

  1. Tidak ada unsur perjudian dalam permainan ini.
  2. Sebagai ajang pertemuan pemuda/pemudi desa, yang dijadikan juga sebagai ajang pertemuan jodoh bahkan ada yang berlanjut ke jenjang perkawinan.
  3. Terjadi transaksi jual beli ternak, terutama jawi yang keluar sebagai pemenang.
  4. Setiap penyelenggaraan Pacu Jawi biasanya juga diselingi dengan pagelaran kesenian Tradisional, komedi putar atau permainan Layang-layang.
  5. Makan ”Bajamba ”, pada waktu pembukaan dan penutupan untuk menjalin keakraban sesama masyarakat dilakukan makan bersama secara adat.

Beberapa aspek yang terdapat dalam Pacu Jawi

Disamping faktor menarik, ternyata dalam penyelenggaraan Pacu Jawi juga mengandung beberapa aspek yaitu :

  1. ASPEK SOSIAL, gelanggang Pacu Jawi dijadikan tempat/wadah berinteraksi berbagai lapisan masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai yang tua-tua.
  2. ASPEK BUDAYA permainan Pacu Jawi merupakan budaya masyarakat Minangkabau dan untuk saat ini di Sumatera Barat hanya terdapat di dua tempat yaitu di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh.
  3. ASPEK EKONOMI, dengan penyelenggaraan Pacu Jawi selama pesta berlangsung telah memberikan peluang usaha terutama pada masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian misalnya dengan berdagang makanan/minuman dan lain sebagainya.
  4. ASPEK TEKNIS, dengan adanya Pacu Jawi telah merangsang peternak untuk memelihara jawi lebih baik, karena jawi yang akan diikut sertakan dalam permainan memerlukan teknis pemeliharaan khusus terutama untuk membentuk performance yang baik agar jawi keluar sebagai pemenang. Nilai jual jawi yang keluar sebagai pemenang naik berlipat ganda melebihi harga jual pasaran normal.

Dari pembahasan tentang seluk beluk Pacu Jawi seperti yang digambarkan di atas terlihat begitu menariknya. Rasanya pantas kalau kegiatan tersebut dijadikan asset budaya yang sangat berharga dan harus dipertahankan/dikembangkan.

Bagi masyarakat yang berminat untuk mengetahui lebih lanjut tentang Pacu Jawi dapat datang ke Batusangkar Kab. Tanah Datar terutama pada waktu penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penandatanganan Kesepakatan Gerakan Nasional Tertib Arsip

    • Kamis, 14 September 2017
    • Kamis, 14 September 2017
  • Peringatan Hari Pangan Sedunia Tingkat Sumatera Barat

    • Jumat, 29 September 2017
    • Minggu, 01 Oktober 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh