Gerakan Agam Membaca (Suatu Pendekatan dengan Model Jorong Baca)


Post by Dinas Kearsipan dan Perpustakaan(ROMI ZULFI YANDRA, S.Kom) | Posted on 13 Maret 2017 15:59:16 WIB | Berita Terkini | 1006 kali dibaca


Gerakan Agam Membaca (Suatu Pendekatan dengan Model Jorong Baca)

Oleh Safrudin Jambak (Ketua Fraksi PKS DPRD Agam)                                         

Melalui iven, Minang Book Fair pada 24 Februari 2017, Gubernur Sumbar, Prof. Dr. Irwan Prayitno mencanangkan Gerakan Sumbar Membaca. Sebagaimana beliau harapkan, Gerakan Sumbar Membaca kiranya didukung oleh semua pihak, terutama digerakan oleh kepala daerah dengan segenap dukungan kebijakan dan anggaran, baik melalui APBN, APBD, dana CSR dari berbagai BUMN, dan sumbangan para perantau karena Gerakan Sumbar Membaca Merupakan upaya untuk meningkatkan SDM masyarakat sebab warga yang gemar membaca akan lebih cepat maju dan berkembang.

Bagi kami di Agam, gerakan membaca sudah dicanangkan oleh pemerintah daerah melaului Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Hanya saja perlu kompaye lebih masif lagi dan perlu didukung oleh berbagai stakeholder dan pemerintahan nagari agar benar-benar menjadi budaya di tengah masyarakat.

Tetapi sekali kata Pak Gubernur bahwa kebiasaan membaca perlu dimulai dari “paksa” terlebih dahulu supaya menjadi kesadaran “intrinsik” dalam diri masyarakat, terutama pelajar, seperti dengan mewajibkan  siswa membaca 2 buku dalam sebulan, maka dalam setahun setiap siswa akan akan membaca 12 buku. Coba kita bayangkan berapa bayak ilmu yang didapat? Sekarang jujur mari kita jawab berapa buku bisa kita baca sebulan atau setahun?

Agaknya, di samping membagun kesadaran masyarakat melalui berbagai pendekatan yang juga akan penulis sarankan dalam tulisan ini, gerakan gemar membaca seharusnya menjadi “ perintah “ dari atas (top down) dengan instruksi kepada aparat sipil negara (ASN) dengan memprogramkannya di setiap sekolah diberbagai tingkat, dengan menyediakan bahan bacaan yang mudah didapat, seperti  dengan pustaka mini di setiap ruang kantor, lobi, dan ruang tunggu.

Maka dalam hal ini, menurut hemat penulis, khususnya di Agam, gerakn gemar membaca perlu juga kita dorong melalui gerakan masyarakat di samping cara top down, yaitu melalui gerakan nagari dan jorong baca di mana perlu dicanangkan dan dibuat percontohan nagari atau jorong yang siap menjadi “jorong baca “.

Jorong baca adalah Suatu komitmen bersama masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai gerakan bersama di mana setiap rumah berupaya membaca pustaka mini ini untuk bahan bacaan  keluarga, membuat bandul baca di setiap lapau dengan menaruh  buku-buku yang dibutuhkan oleh warga lapau, kemudian menyediakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Pustaka Mesjid dan Mushala, serta di Kantor Jorong.

Jorong baca perlu di branding dengan spanduk digerbang masuk jorong dan berbagai saran publikasi yang bisa menciptakan opini dan prakondisi sehingga menumbuhkan semangat yang akhirnya bisa menjadi budaya dan tren di jorong tersebut.

Oleh pemerintah nagari dan pemda perlu mensupport dengan penggandaan buku dan majalah yang relevan dengan dana alokasi umum nagari dan APBD.

Apabila program gemar membaca ini menjadi komitmen bersama, ASN dan pengiat gemar membaca akan melakukan berbagai motivasi dan menyakinkan warga jorong agar program ini bisa menjadi gerakan bersama yang muaranya SDM masyarakat akan meningkatkan dan Insa Allah kemiskinan berkurang.

Kita sadar bahwa dengan banyak membaca pengetahuan masyarakat akan meningkat dan cara pandang mereka terhadap keluarga dan masyarakat juga akan berubah dan meningkatkan pada akhirnya, juga kreatifitas dalam mencari penghidupan dan turut berubah  pengetahuan akan bertumbuh, baik dalam  bidang mata pencarian, kreatif meningkatkan pengahsilan tambahan, ilmu agam dan berbagai bidang penghidupan. Gerakan Agam Membaca jembatan  emas menuju SDM unggul Agam.sumber Harian Haluan, Senin 13 Maret 2017


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh